Caranya bersikap

envy.jpg

Pernahkah kalian merasa iri dengan orang lain? Kalo saya pernah. Menurut saya, perasaan iri itu bisa dibagi menjadi dua hal, yakni positif dan negatif. Keduanya sebetulnya sama-sama masalah mental, tetapi berbeda dalam hal penanganan. Ketika saya melihat orang lain itu lebih sukses dari saya, maka yang saya lakukan biasanya mendekatinya, berdiskusi bagaimana caranya dia dapat meraih kesuksesan itu. Rezeki memang bukan kita yang atur, akan tetapi kita merasakan energi yang positif. Bisa jadi juga, teman kita itu yang nantinya buka jalan buat kita untuk mendapatkan rezeki sehingga kita sama-sama sukses. Continue reading

Advertisements

Membimbing Tugas Akhir

Membimbing tugas akhir merupakan salah satu tugas dari seorang dosen. Yap, di tingkat akhir mahasiswa/i biasanya memang diwajibkan membuat sebuah tugas akhir sebagai syarat kelulusan. Kemampuan seorang mahasiswa memang diuji dalam pembuatan tugas akhirnya. Maksudnya, bisa saja ketika kuliah dia menyontek sehingga mendapatkan IP yang bagus, tetapi mengerjakan tugas akhirnya lama. Tugas akhir biasanya dikerjakan secara mandiri, makanya itu menjadi acuan kemampuan akhir seorang mahasiswa.

Nah, biasanya mahasiswa itu terbagi dalam dua bagian : yang rajin & malas. Bisa jadi mahasiswanya itu cerdas, tetapi karena banyak pekerjaan sambilan akhirnya tugas akhirnya menjadi terbengkalai, atau memang kurang kemampuan tetapi masih malas akhirnya ya ngga selesai juga. Kalo memang mendapatkan mahasiswa yang rajin itu sangat menyenangkan karena kita dapat berbagi ide dan meminta mereka untuk menerapkan teori yang kita ajukan. Lalu kalo mahasiswanya malas gimana dong? Nah, ini yang paling susah sebenarnya. Saya terkadang bingung juga dengan mahasiswa yang malas itu, sebetulnya apa sih yang mereka kerjakan sehingga tugas akhir itu sangat lama selesainya? Saya menduga sebenarnya antara judul & kemampuan mungkin tidak seimbang. Judulnya mungkin terlalu tinggi sementara mahasiswanya tidak mempunyai kemampuan yang cukup untuk mengerjakannya. Continue reading

Mensia-siakan kesempatan

Minggu ini merupakan minggu yang cukup sibuk karena saya harus menyelesaikan input nilai akhir untuk 4 matakuliah dengan 5 kelas. Banyak hasil akhir mahasiswa yang masih jauh dari standard, bahkan saya mengajar mata kuliah dasar tingkat satu yang notabene mudah masih banyak yang nilainya jelek. Kalo pembelaan senior saya, mahasiswa tingkat satu itu masih baru, masih belum bisa menyuarakan opini, menggunakan logika dengan baik, dan cenderung malas. yahh.. kalo matakuliahnya sekelas kalkulus sih saya masih maklum, tapi ini mata kuliah pengantar yang cukup mudah.. Akhirnya setelah berbincang dengan salah satu rekan dosen, disepakati bahwa kami akan memberikan remidial untuk mahasiswa tingkat satu yang nilainya jelek-jelek.

Saya pun membuat pengumuman bahwa akan diadakan remidi untuk kuliah yang saya ampu tersebut. Remidinya cukup mudah, hanya mengerjakan kembali soal UAS kemarin. Saya memberikan tenggang waktu 4 hari untuk menyelesaikannya. Yang menarik adalah, masih ada mahasiswa yang tidak mengumpulkan remidi sampai batas waktu yang ditentukan! padahal saya sudah memperlonggar metode pengumpulannya yakni bisa via email karena biasanya selepas ujian banyak yang sudah mudik ke kampung halaman. Saya masukkan saja nilai apa adanya, yang ikut remidi ya nilainya membaik tetapi yang tidak ya nilainya apa adanya. Saya sih tidak masalah kalo memang mahasiswa yang bersangkutan tidak ikut remidi karena mereka mungkin juga punya alasan tertentu untuk tidak ikut remidi, tetapi saya hanya kasihan pada mereka yang nilainya jelek tetapi malah mensia-siakan kesempatan remidi ini. Continue reading

Kado Natal 2013

Tahun ini merupakan tahun yang membahagiakan, apa pasal?? Mawa sekarang sudah mengandung anak kami yang pertama. Selain itu, pada tanggal 24 Desember 2013 datanglah mobil kami yang pertama, yakni Toyota Agya..horreeee!!! Sudah lama saya ingin membeli mobil untuk Mawa yang sedang mengandung karena kasihan kalo naik motor terus. Tadinya ingin membeli Toyota Etios yang harganya sudah mulai terjangkau, akan tetapi unitnya sangat susah untuk didapat. Akhirnya saya putuskan untuk membeli Agya yang sudah bisa tersedia bulan ini. Akhirnya datanglah mobil yang ditunggu-tunggu itu. Puji Tuhan, saya mendapatkan dua kado Natal yang indah di tahun ini..amin..

Rasanya move on to deadline…

Akhirnya, Jumat lalu tuntas sudah deadline yang harus saya penuhi, yakni dokumen tesis. Satu minggu yang menguras tenaga dan pikiran, serta mengganggu waktu tidur dan kesenangan pribadi..gimana kalo mau senyum tiap kali berpikir selalu tesis saja yang muncul. Kenapa sih tesis itu penting banget?? jawabnya satu kalo saya, soalnya saya harus bayar sendiri kalo ga bisa sidang bulan depan! emang berapa sih? ya cuma sekitar 2-3 jutaan kalo mau sidang di semester berikutnya. Tapi kan lumayan uangnya bisa buat beli Nexus 7 😀 Kenapa kalo ngomongin soal deadline, baik tugas akhir, tesis, disertasi, tubes, laporan kantor, dll, itu selalu yang terbayang adalah bahwa kita akan lembur minimal 24 jam sebelumnya? apakah memang seperti itu? Continue reading

Mengingat untuk mengumpulkan semangat

Beberapa hari ini saya sedang bosan dan jenuh. Bukan apa-apa, tapi rasanya terlalu banyak hal yang harus dikerjakan & saya harus berlari dengan cepat sehingga sedikit waktu untuk beristirahat sejenak. Yap, berlari terlalu cepat tanpa berhenti memang melelahkan, apalagi kalau jalan yang ditempuh juga lumayan panjang kan? Tidak sengaja saya kemarin membaca sebuah buku yang di dalamnya ada cerita mengenai bagaimana si penulis bangkit dari keterpurukan hidupnya. Bagaimana caranya? ternyata salah satunya adalah dengan mengingat. Bagaimana bisa mengingat menjadi salah satu cara untuk bangkit dari keterpurukan dan memulai hidup yang penuh dengan semangat kembali? Continue reading

Wedding Organizer, perlukah?

Era pernikahan zaman sekarang merupakan eranya wedding organizer. Budaya sekarang berubah, banyak orang muda sekarang sibuk bekerja dari pagi hingga sore hari. Waktu keluar kerja hanya pada saat istirahat dan jam pulang kantor sehingga tidak bisa mempersiapkan pernikahannya. Dari situasi seperti itulah akhirnya wedding organizer dianggap membantu untuk meringankan beban mereka. Tetapi apakah wedding organizer itu memang diperlukan? Vendor wedding organizer pasti akan berkata kalo jasa mereka itu sangat diperlukan, sehingga tarif yang dipasang pun menjadi gila – gilaan menurut saya. Saya pernah ditawari jasa wedding organizer yang memberi tarif 9 juta rupiah untuk jasa mereka! Mahalkah? relatif sih, tapi buat saya itu cukup mahal 🙂 karena bisa dimasukkan ke pos pengeluaran yang lain. Lalu bisakah pernikahan dilakukan tanpa menggunakan wedding organizer? Continue reading