Ganti tema

Sudah lama sekali rasanya tidak update blog ini. Banyak yang ingin dituliskan, cuma satu kendalanya, malas!!.. hehehe.. Akhirnya ganti tema, karena ngga selalu sempet untuk memotret. Dan ngga semua tulisan sebetulnya harus ada gambarnya juga.

Advertisements

Surat cinta anak ekonomi

Dengan hormat,
Hal : Penawaran Kesepakatan

Saya sangat gembira memberitahukan Anda bahwa saya telah jatuh cinta kepada Anda terhitung tanggal 17
April 2003.

Berdasarkan rapat keluarga kami tanggal 15 Mei lalu pukul 19.00 WIB, saya berketetapan hati untuk
menawarkan diri sebagai kekasih Anda yang prospektif. Hubungan cinta kita akan menjalin masa percobaan
minimal 3 bulan sebelum memasuki tahap permanen. Tentu saja, setelah masa percobaan usai, akan diadakan
terlebih dahulu on the job training secara intensif dan berkelanjutan. Dan kemudian , setiap tiga bulan selanjutnya akan diadakan juga evaluasi performa kerja yang bisa menuju pada pemberian kenaikan status dari kekasih menjadi pasangan hidup.

Biaya yang dikeluarkan untuk kerumah makan dan shooping akan dibagi 2 sama rata antara kedua belah
pihak. Selanjutnya didasarkan pada performa dan kinerja Anda, tidak tertutup kemungkinan bahwa saya
akan menanggung bagian yang lebih besar pengeluaran total. Akan tetapi, saya cukup bijaksana dan mampu menilai, jumlah dan bentuk pengeluaran yang Anda keluarkan nantinya.

Saya dengan segala kerendahan hati meminta Anda untuk menjawab penawaran ini dalam waktu 30 hari
terhitung tanggal penerimaan surat . Lewat dari tanggal tersebut, penawaran ini akan dibatalkan tanpa
pemberitahuan lebih lanjut, dan tentu saja saya akan beralih dan mempertimbangkan kandidat lain.

Saya akan sangat berterimah kasih apabila Anda berkenan untuk meneruskan surat ini kepada adik
perempuan, sepupu bahkan teman dekat anda, apabila Anda menolak penawaran ini.

Demikian penawaran yang dapat saya ajukan dan sebelumnya terima kasih atas perhatiannya.

Hormat saya,

Bakal calon pasanganmu

Puisi cinta anak Fisika

Archimedes dan Newton tak akan mengerti Medan magnet
yang berinduksi di antara kita
Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2
Ah tak sebanding dengan momen cintaku

Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa
maksimum
Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa
Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro…

Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat
aphelium
Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku
Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih
Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak
terbatas

Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi
Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan
gaya
Energi kinetik cintaku = -mv~
Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi
hukum kekekalan di antara kita

Lihat hukum cinta kita
Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang
sempurna
Dengan inersia tak terhingga
Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya

Inilah resultan momentum cinta kita…

Ibu…

Seperti udara, kasih yang engkau berikan

tak sanggup ‘ku membalas

ibu… ibu…

Sebuah lirik lagu yang sangat menyentuh yang dinyanyikan oleh Iwan Fals, lagu yang begitu menyentuh hati. Dan saya juga ingin membagi sebuah renungan tentang sosok seorang ibu bagi kita, yang saya dapat dari milis 🙂

Ibu

Ini adalah tulisan yang sangat indah.
Bacalah dengan lambat, cernalah setiap kata dan nikmati lah.
Jangan tergesa. Ini adalah harta karun.

Bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah.
Bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi.
Bagi para ibu, kamu akan mencintainya.

Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan.
‘Apakah jalannya jauh?’ tanyanya.
Pemandunya menjawab: ‘Ya, dan jalannya berat. Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini… Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.’ Continue reading

Seven Reprimands / Tujuh Teguran oleh Kahlil Gibran

Kutegur jiwaku tujuh kali!

Kali pertama :
ketika aku mencoba lebih unggul dengan tak adil memanfaatkan orang yang lemah

Kali kedua :
ketika aku berpura-pura pincang di depan mereka yang lumpuh

Kali ketiga :
ketika diberi pilihan, aku memilih yang mudah bukan yang sukar

Kali keempat :
ketika aku membuat satu kesalahan kuhibur diriku dengan kesalahan-kesalahan orang lain

Kali kelima :
ketika aku lemah karena takut lalu mengaku diriku tabah dan sabar

Kali keenam :
ketika aku mengenakan pakaian pelindung untuk menghindarkan lumpur Kehidupan

Kali ketujuh :
saat aku tegak bernyanyi memuji Tuhan dan menganggap bernyanyi itu adalah satu kebajikan

It was really cool, dan sangat menohok jiwa..

Resep Hidup

    Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia
tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah
berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain
muncul. Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anaknya ke
dapur.

Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air
dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air
dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan
wortel. Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci
ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk. Ia membiarkan
masing-masing mendidih.

Selama itu ia terdiam seribu bahasa. Sang anak menggereget gigi, tak
sabar menunggu dan heran dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Dua
puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel
dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia
mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia
menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga.

Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, “Apa yang kau lihat, nak?”

“Wortel, telur, dan kopi, ” jawab sang anak.

Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel.
Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu
terasa lunak.

Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu
dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini
terasa keras.

Lalu sang ayah meminta anak itu mencicipi kopi. Sang anak tersenyum
kecut saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu. “Apa maksud semua ini,
ayah?” tanya sang anak.

Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang
sama, yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu
mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. Wortel yang semula
kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi
lunak dan lemah.

Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah
direbus menjadi keras dan kokoh.

Kemudian biji kopi tumbuh berubah menjadi sangat unik. Biji kopi,
setelah direbus, malah mengubah air yang merebusnya itu.

Maka, yang manakah dirimu?” tanya sang ayah pada anaknya. “Di saat
kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada
dirimu? Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?”

Kota Romantis DUNIA

KOTA ROMANTIS DUNIA


H.O.L.L.A.N.D
Hope Our Love Lasts And Never Dies

I.T.A.L.Y.
I Trust And Love You

L.I.B.Y.A.
Love Is Beautiful ; You Also

F.R.A.N.C.E.
Friendships Remain And Never Can End

C.H.I.N.A.
Come Here….. I Need Affection

B.U.R.M.A.
Between Us, Remember Me Always

N.E.P.A.L.
Never Ever Part As Lovers

I.N.D.I.A.
I Nearly Died In Adoration

K.E.N.Y.A
Keep Everything Nice, Yet Arousing

C.A.N.A.D.A.
Cute And Naughty Action that developed into attraction

K.O.R.E.A.
Keep Optimistic Regardless of Every adversity

E.G.Y.P.T.
Everything’s Great, You Pretty Thing !

M.A.N.I.L.A.
May All Nights Inspire Love Always

P.E.R.U.
Phorget (Forget) Everyone… Remember Us

T.H.A.I.L.A.N.D.
Totally Happy, Always In Love And Never Dull