Bermain ke Jendela Alam

Masih malu-malu

Masih malu-malu

Hari Sabtu, 2 Juni 2016, yang lalu, Mawa mengajak Audi ke Jendela Alam bersama rombongan dari jejakecil. Awalnya Mawa tau jejakecil dari teman sekantornya, dan saya setuju Audi untuk ikut kegiatan outdoor, supaya mulai terbiasa bersosialisasi dengan rekan-rekan sebayanya dan orang lain. Pada pertemuan sebelumnya Audi masih malu-malu sekali, tapi pada saat yang ke jendela alam dia sudah mau berbaur dengan orang lain walaupun masih malu juga.

Jendela Alam lokasinya berada di dekat Sapulidi. Bisa masuk dari Kolonel Masturi, Sersan Bajuri, atau dari pertigaan Beatrix yang mau ke arah Lembang. Nah, di sana rupanya Audi berkelana memberi makan berbagai macam hewan. Ada sapi, domba, dan kambing ( hanya kata Mawa, pada saat kasih makan sapi tangannya Audi kena air liur sapi. Jadinya Audi ga mau lagi kasih makan hewan yang lain ).  Terakhir anak-anak diajak untuk memegang ular piton, saya heran juga ternyata Audi berani memegang ular piton dan mengelus-elusnya.. hehehe.. siiplah anak papa.. Continue reading

Mengurus roya di kota Bandung

Beberapa waktu yang lalu saya, Audi dan Mawa mengurus roya di Badan Pertanahan Nasional yang ada di Soekarno-Hatta. Tempatnya sangat ramai & penuh. Apabila kita baru pertama kali kemari, saya sarankan untuk membeli map roya yang ada di koperasi, jangan lupa juga beli materai tempel 6000 dan fotokopi KTP anda 1x saja. Kalo sudah kita tinggal isi datanya, jika merasa bingung para petugas yang ada ( satpam ) akan dengan senang hati membantu kita.

Untuk roya kita tinggal memasukkan berkasnya ke loket 1 ( satu ) untuk divalidasi. Proses validasi ini berlangsung cukup cepat. Nah, setelah selesai validasi baru kita menunggu selama kurang lebih 1-2 jam untuk dipanggil dan menyelesaikan proses administrasi! Sangat melelahkan! Pada waktu saya kesana kebetulan server BPN sedang down sehingga tidak dapat melayani pembayaran. Saya memasukkan berkas pukul 10.30, dan sampai pukul 12.00 saya belum dipanggil juga. Akhirnya saya datangi petugas loketnya, oleh petugasnya ( mbak-mbak ) dijawab kalo masih ada di kepala bagian, belum ditandatangani. Karena Audi mulai rewel belum makan siang, saya bertanya apakah bisa kalo ditinggal? dan ternyata bisa. Saya diberi tanda terima sementara dan dijanjikan akan dihubungi keesokan harinya. Continue reading

Penipuan Lucian Global International Tour & Travel

Beberapa hari yang lalu, saya ditelepon oleh seorang wanita bernama Vanya ( 021-27515104 ) yang mengaku dari Lucian Global International Tour & Travel ( LGITT ). Ia berkata bahwa dalam rangka promosi pariwisata Indonesia, LGITT berpartisipasi dalam program pariwisata, yakni memberikan voucher diskon sd 60% di berbagai pusat perbelanjaan yang ada di Indonesia + maskapai penerbangan, voucher menginap di hotel berbintang 4 & 5 tanpa mengenal musim, serta batik dari Danar Hadi. Sangat menggairahkan ya😀 apalagi voucher diskonnya itu lho.

Untuk mendapatkan semua benefitnya saya hanya cukup iuran Rp 3.145.000/10 tahun. Saya lupa pembayaran bisa dicicil atau tidak. Saya bertanya bagaimana seandainya tidak saya gunakan, apakah saya masih harus membayar iurannya? Mbak Vannya bilang dengan suara renyahnya kalo pembayaran dilakukan kalo sudah dipake voucher diskonnya. Lalu apabila dalam minimal waktu 6 bulan ke depan benefit tidak digunakan maka fasilitas kartu diskon 60% akan ditarik karena atas nama saya, sementara voucher hotel & batik tetapi diberikan. Saya pikir ya, ngga terlalu rugi bukan? Continue reading

Wisata ke Jungleland dan Mekarsari

Akhir bulan Mei yang lalu, saya dan keluarga berwisata ke Jungleland & Mekarsari. Acaranya diadakan oleh fakultas tempat saya mengajar. Sudah dua kali saya ikut darmawisata bersama, yang sebelumnya ke Taman Safari. Lumayanlah gratis, sayang juga kalo ngga diambil. Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 05.15, karena bis katanya akan berangkat pukul 06.00 selain jalanan yang tentunya akan menjadi macet.

Kami berangkat pukul 06.30, terlambat 30 menit dari waktu yang dijadwalkan. Jalanan emang macet, tapi untungnya tidak terlalu parah. Sekitar pukul 11.00 akhirnya kami mencapai Jungleland, sekitar lebih cepat 30 menit dari waktu yang dijadwalkan. Jungleland itu mirip dufan, tapi lebih kecil. Kalo saya bilang, Jungle land ini memang cocok untuk anak-anak di bawah 10 tahun karena wahananya memang tidak terlalu ekstrim. Apabila kita beruntung naik wahana yang tidak terlalu ramai, kita boleh naik beberapa kali secara langsung. Audi beberapa kali naik jeep & kincir angin secara langsung karena waktu itu sedang tidak terlalu ramai. Continue reading

Toko Langgeng Jaya

Toko Busa Langgeng Jaya

Toko Busa Langgeng Jaya

Mulai hari minggu, 12 Juni 2016, saya resmi membuka toko. Namanya Toko Busa “Langgeng Jaya“. Sebetulnya awalnya bingung ingin memberi nama apa, dan tiba-tiba saya teringat salah satu nama tokoh dari cerita yang booming banget beberapa waktu yang lalu di kaskus. Cerita buka toko ini sebetulnya udah lama, saat saya sekarang mulai jenuh dan butuh pelarian untuk sesuatu yang baru, akan tetapi baru sekarang terwujud. Continue reading

Permasalahan pada touchscreen Asus Padfone S

Beberapa bulan yang lalu ponsel pintar saya mengalami masalah, layar sentuh yang tadinya responsif menjadi berkurang sensitifitasnya. Akhirnya malah tidak responsif sama sekali. Untungnya saya punya dockingnya, sehingga bisa digunakan jika ingin membalas pesan, browsing, atau mengetik. Ketika saya cari di forum Asus Padfone S Indonesia ternyata memang itu salah satu problem di kalangan pengguna Padfone S *performa bagus tapi ternyata layar sentuhnya parah*

Dari saran teman saya bawa ke BEC 2, akan tetapi ternyata teknisinya belum bisa. Saya memang hanya ngikutin teman yang pernah servis di sana, soalnya malas kalo harus ngecek satu-satu, ya kalo ternyata bener, kalo ngga? Saya singgah pula ke Asus SC di Jl. Gurame, ternyata ponsel harus menginap 1 – 10 hari dan kartu garansi saya hilang. Wadoohh.. lha ponsel cuma punya satu. Akhirnya saya putuskan untuk beli layar sentuhnya secara online & nanti nyari tutorialnya pemasangannya di youtube. Layar  sentuh berhasil dibeli dengan harga 436rb ( sudah termasuk ongkir ), sebetulnya saya penasaran : Padfone S ini secara resolusi sama dengan Zenfone 5, apakah kita sebetulnya bisa menggunakan layar sentuh Zenfone 5? secara harganya layar sentuh Zenfone 5 itu lebih murah😀 Tutorial juga sudah saya dapatkan di sini. Continue reading

Ingin menjadi terkenal? Berbagilah..

Dunia sekarang bukanlah lagi dunia walled garden, di mana kita adalah orang yang terkenal karena mempunyai kebun yang tertutup. Dengan dimulainya era internet, dunia sekarang adalah dunia yang berbagi. Jadi dulu, Einstein dikenal karena kejeniusannya. Tapi saya yakin itu untuk kalangan yang terbatas, karena waktu kecil pun saya ngga terlalu kenal dengan nama Albert Einstein. Ketika internet mulai muncul, Einstein menjadi sosok yang terkenal, padahal beliau sudah meninggal. Lalu apa yang membuatnya bisa terkenal? tidak lain dan tidak bukan karena banyak orang yang membagikan informasi tentang dirinya.

Kita bisa melihat di forum dunia maya, orang yang banyak mendapat reputasi biasanya adalah orang yang banyak membagikan konten apalagi secara gratis. Jadi sekarang ini, kalo saya jago di bidang digital enterpreneurship tapi saya ngga pernah membagikan ilmu saya kepada netizen maka saya tidak akan terkenal. Kebayang ya bentuknya? jadi orang sekarang terkenal karena banyak berbagi ilmu / konten yg bermanfaat. Walau kita bukan expert akan tetapi kalo kita sering membagikan ilmu dari hal yang kita pelajari, orang akan menganggap kita sebagai expert. Ketika kita semakin banyak berbagi, maka kita akan semakin terkenal.

Jadi kalo anda ingin terkenal, rumusnya mudah. Berbagilah..