Menikmati masakan timur tengah di Qahwa

Qahwa[1]

Qahwa itu sebetulnya adalah bahasa Arab dari kopi, tapi entah kenapa di Bandung, tepatnya di Jalan Progo, itu menjadi nama resto yang menyajikan masakan Timur Tengah. Tadi siang saya tiba-tiba ditelpon oleh pak Miftadi, VP Higher Education Planning YPT, dan diajak untuk makan siang. Saya sih setuju aja, kita katanya akan makan nasi bakar di daerah Progo, tapi ternyata malah berhenti dan parkir di depan Qahwa ini 🙂 Continue reading

Menikmati suasana di UpperEast Bandung

IMG_20150920_185227Minggu lalu, saya dan Mawa kembali menyusuri jalanan Dago untuk mencari suasana baru setelah hari Sabtunya kami ngga jadi ke Ciater. Sabtu malam Mawa diajak teman-temannya untuk berendam di Ciater, janjian sekitar jam 20.00 di KFC dekat Maranatha. Akan tetapi ternyata teman-temannya baru datang hampir jam 22.00 😦 Saya kasihan dengan Audi karena sudah larut malam dan akan dibawa ke Ciater. Akhirnya saya batalkan pergi ke Ciater karena sudah malam. Kemudian minggu siang kami harus menghadiri geladi resik untuk pembaptisan si Audi di dekat gereja. Continue reading

Lezatnya steak di Musamus Bistro

musamus

Malam minggu lalu saya dan keluarga menghabiskan waktu di Musamus Bistro, yang terletak di jalan Sultan Ageng Tirtayasa. Musamus itu konon artinya adalah rumah semut. Kesan pertama ketika masuk adalah bangunannya yang cukup elegan, luas, namun terlalu banyak bagian yang kosong sehingga menyisakan tempat sedikit untuk makan. Enaknya di Musamus itu dapurnya keliatan, jadi kita bisa tahu bagaimana sih cara juru masak itu memasak makanan yang kita pilih.

Saya dan Mawa memilih stik tenderloin, salad tuti pruti, dan segelas susu kocok mangga (mango milkshake).. agak aneh padanan bahasa Indonesianya..hehehe… Sembari menunggu saya melihat pramusaji yang mondar-mandir membawa piring besar berisi stik sapi maupun ayam. Wah,,jangan-jangan porsi jumbo nih 😀 Ketika akhirnya datang pesanan ternyata memang porsinya jumbo! Jadi yang difoto itu memang benar adanya, stiknya lumayan tebel (mungkin sekitar 1,5-2cm) dan cukup lebar. Mantap nih!! Kalo masalah saos ya standar stiklah, tapi di sini saya akui kalo dagingnya memang empuk dan cara memanggangnya lumayan bagus. Kalo ingin tau hasil panggangannya bagus atau tidak caranya mudah, tinggal potong dagingnya lalu dilihat bagian tengahnya. Jika masih berwarna merah muda berarti dagingnya bagus dan manggangnya juga bagus. Saya liat di AFC dan foodnetwork biasanya pembawa acara memberikan nasihat seperti itu 🙂

Pesanan yang salah adalah susu kocok mangga 😦 Mengapa? karena dengan harga 28rb (+pajak) kami hanya mendapat segelas kecil susu kocok mangga, yang setengahnya adalah es batu. Jadi dengan uang 28rb kami cuma minum 1/2 gelas susu kocok mangga..hiks..hiks.. Sementara jus alpukat juga dibandrol harga yang sama, yang saya lebih yakin kalo jus alpukatnya itu lebih baik daripada susu kocok mangga. Jadi memang jangan membaca menu itu terlalu cepat karena bisa jadi ada bagian yang terlewat. Saya tidak menyarankan untuk pesan menu nasi di sini karena dimana-mana nasi goreng itu rasanya sama 🙂 kecuali yang dimasak pake tungku, agak beda, ada rasa gosongnya gitu.

Di Musamus juga menawarkan promo untuk mencicipi kue keringnya. Kita tinggal foto makanan kita, lalu upload di instagram atau twitter, dan tandai dengan @musamusbistro_ abis itu tinggal tunjukkin aja ke pramusajinya, nanti kita bakal dikasih 1 plastik kecil kue keringnya musamus..hehehe.. Gampang kan? tapi sayangnya dari sekian banyak orang yang makan rasanya cuma saya aja yang ngelakuin. Oya, harga stiknya berapaan tuh? lumayan sih harganya, sekitar 85rb (+pajak) 🙂 Jadi kalo ada bujet berlebih dan pengen makan stik serta nyobain rumah semut, Musamus bisa jadi salah satu pilihan untuk hangout.

Menikmati Paella di Soleluna

2015-05-23_1432375962

Jalan Sumatera di Bandung memang penuh dengan tempat makan enak 🙂 Salah satu yang saya dan Mawa kunjungi yakni Soleluna, tempat makan Spanyol yang cukup ramai pada malam itu. Desain Soleluna cukup menarik dan nyaman untuk ditempati. Kami memesan beberapa menu, yang sayang sekali semuanya dalam bahasa Spanyol dan tidak ada penjelasan, yakni Paella & Taco. Paella sebetulnya merupakan nasi (bukan nasi goreng) yang dimasak dalam sebuah piring raksasa dan datar, serta dilengkapi dengan berbagai macam bumbu. Paella di Soleluna terdiri dari berbagai macam ukuran, mulai untuk dua orang sampai 10 orang. Beberapa waktu kemudian akhirnya datanglah Taco & Paella kami. Continue reading

Menikmati Masakan Timur Tengah di Gaza Mediterranian Bandung

Ada tempat makan yang menyajikan masakan Timur Tengah di Bandung, namanya Gaza Mediterranian yang terletak di Jl. Pahlawan no. 72, Bandung. Beberapa waktu yang lalu, saya, Mawa, dan Audi berkesempatan untuk mencicipi hidangan khas Timur Tengah ini. Area restoran sebetulnya gede, tapi restorannya itu terhitung kecil kalo saya bilang & tadinya saya berpikir bahwa lagu yang diputar itu lagu timur tengah, tetapi ternyata saya salah.. disitu saya mulai merasa sedih..

Kami memesan Chai Haleeb untuk minumannya, Arayas Kharouf, Ruzz Kabsa Kharouf, Ruzz Mandi Kharouf, dan Muhalabiah sebagai hidangan penutup. Seumur-umur saya belum pernah makan masakan Timur Tengah. Kalo melihat di televisi biasanya mereka (orang timteng) makan dengan tangan. Pelayanan di sini cukup lama, entah proses memasaknya yang lama atau memang kerja pelayannya yang lama? Pesanan kami buat sekitar pukul 20.00 dan baru datang hampir pukul 20.30, memang sih kondisi saat itu cukup ramai karena malam minggu, tapi ada juga pengunjung yang komplain karena lama banget pesanan mereka diantar.

Ruzz Arayas Kharouf

Ruzz Kabsa Kharouf

Continue reading