Hotel dekat bandara KLIA 2

Mencari hotel yang dekat dengan bandara KLIA 2? Kalo saya merekomendasikan Tune Hotel Aeropolis yang ada di bandara KLIA 2. Jadi, saat saya pergi ke Hongkong tahun lalu, Mawa ingin pergi naik Cathay Pacific yang berangkatnya dari Kuala Lumpur. Itu berarti saya harus mencari hotel yang dekat dengan bandara. Tadinya kami akan mencari hotel di luar bandara, namun itu nampaknya menjadi pilihan yang kurang bijak. Mengapa?

Continue reading

In Memoriam Gilbert Marcostrang

Masih teringat di tahun 2018, pada bulan November, tanggal 25, hari Minggu. Hari di mana saya, Mawa, Audi, dan adik bayi yang masih di dalam kandungan pergi ke Festival City Link untuk menonton Ralph 2 : Breaks the Internet 🙂 Satu hari kemudian, saat subuh, Mawa mengeluh merasakan kontraksi. Dikarenakan memang sudah sekitar 39 minggu, akhirnya saya membawa Mawa ke RS Borromeus dan masuk ke IGD persalinan. Beruntung waktu itu ada Utin, temen koor di Harmoni, sedang bertugas dini hari itu sehingga kami langsung dibantu oleh Utin untuk menyiapkan kelahiran apabila ternyata subuh itu bayi yang kami nanti-nantikan lahir ke dunia.

Continue reading

Camping di Sari Ater Resort, Ciater

Hari Sabtu, 12 Oktober 2019, ternyata Mawa mengajak kami semua camping di Ciater. Tepatnya di hotel Sari Ater Resort. Mawa sendiri memesan kamar di camping park, tadinya kami berpikir kalo itu seperti Caravan di Taman Safari, Cisarua, Bogor. Oya, ada alasan mengapa Mawa memilih camping park di Ciater. Jadi sebetulnya kami ingin menginap di Caravan Taman Safari namun ternyata penuh sampai awal bulan November. Dikarenakan Audi sudah minta untuk menginap, akhirnya dipilih camping park di Sari Ater untuk menghibur duka lara karena ngga jadi menginap di Caravan.

Continue reading

Ulang Tahun

11 Oktober 2019

11 Oktober 2019 lalu, akhirnya saya memulai hidup dengan umur yang bertambah. Jadi berapa nih? rahasia.. hehehe.. Ngga ada sesuatu yang istimewa kalo saya ulang tahun, bahkan saya sendiri kadang lupa kalo saya itu sedang berulang tahun.. hahaha.. dan pernah juga mami lupa mengucapkan selamat ulang tahun ke saya selama seharian, namun mami bisa ingat hari ulang tahun keponakannya. Ngenes ya? pernah sih.. hehehe..

Continue reading

Membeli SIM Card Lokal Hongkong dan Macau

Liburan lebaran yang lalu memang menyisakan banyak pengalaman baru 🙂 Tahun ini kami wisata berempat dengan membawa Gilbert yang baru berusia 6 bulan ke Hongkong & Macau via Malaysia. Pengalaman membeli SIM Card lokal di Malaysia pernah saya tuliskan di sini. Nah, bagaimana nih kalo mau ke Hongkong & Macau? Ada beberapa pilihan sih, pertama pake XL Pass (7 hari harganya Rp 250.000) atau bisa juga menggunakan aplikasi K-Look seperti yang saya lakukan tahun ini.

Kalo dibandingkan harga sih ngga beda jauh. Sebagai ilustasi : kemarin saya mendarat saya membeli SIM Card True yang paling murah, setelah melihat – lihat di KLIA2, seharga MYR 28,5 (sekitar Rp 97.000) untuk 30 hari dengan kuota 5GB, sementara di klook kita bisa dapat kurang lebih Rp 75.000,- untuk 7 hari dengan kuota 15GB. Tapi kalo kita sebagai traveller yang hanya maksimum 7 hari, pilihan kuota yang besar rasanya lebih masuk akal ya? 😀

Di hongkong akhirnya saya putuskan untuk membeli kuota via klook sebesar Rp 93.407 untuk 5 hari dan Rp 76.503 untuk 2 hari di Makau. Total sebetulnya : Rp 266.910,- lebih mahal ya dari XL Pass.. huhuhuhu.. padahal saya juga kalo dihitung bepergian sekitar 7 hari. Oya, lalu bagaimana kalo mau beli SIM card lokal di Hongkong? Nah, kita bisa beli di counter khusus SIM Card di bandara. Selepas keluar dari pintu keluar (yang masih di dalam kompleks bandara) nanti kounter khusus SIM card berjajar di seberang pintu keluar. Kita tinggal pilih mau beli yang mana ( sayang saya lupa memotret kounternya ). Lalu kalo di Makau gimana? saya belum pernah kalo di Makau, jadi saya sarankan lewat klook saja, nanti ditukar sebelum berangkat dari pelabuhan.. hehehe..

Semoga bermanfaat

NB : saya punya blog baru, yang saya khususkan untuk wisata dan kuliner di sini. Jadi kalo konten ini muncul di sana dan sebaliknya, percayalah, itu konten original saya.

Ujian Kualifikasi (lagi)

Saya akhirnya mengalami ujian kualifikasi lagi untuk yang kedua kalinya.. hehehe.. kira – kira dilaksanakan sekitar tanggal 20-an Mei kemarin. Sebelumnya saya ditakut – takutin oleh kakak angkatan karena dia harus melewati ujian kualifikasi sebanyak 3x! Untunglah itu tidak terjadi, analoginya : walau jalan yang ditempuh itu terjal dan berliku namun akhirnya bisa sampe tujuan dengan selamat.. Kira – kira itulah analogi yang pas untuk menggambarkan ujian kualifikasi saat itu. Bagaimana ngga? ujian yang sekiranya diplot hanya 1,5 jam ternyata memakan waktu 2 jam. Itu pun dihentikan karena sudah lama sekali penguji bertanya.

Pembimbing lumayan membantu walau hanya memberikan clue sederhana. Dan sejujurnya, saat itulah sebetulnya saya mulai mengerti apa yang diinginkan oleh pembimbing. Yap! pembimbing saya itu orangnya secara pribadi saya sebut generalis, dalam artian mengarahkan namun hanya di bagian kulitnya saja secara substansi juga mungkin belum terlalu matang menggambarkannya sehingga masih suka berubah – ubah maksudnya. Kakak angkatan saya sampai beberapa kali mengganti topik penelitian sampai akhirnya menemukan judul yang pas untuk penelitiannya. Ya, itu salah satu dukanya. Walau lebih banyak duka daripada sukanya.. hahaha.. Minimal saya akhirnya dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya, yakni penyusunan proposal. Harapannya sih di fase proposal ini saya bisa melewatinya dengan satu semester. Untunglah ada calon co-promotor yang baik dan mau mengarahkan sehingga saya ada gambaran mengenai apa yang dapat dilakukan. Ayo semangat!!!