Bakmi “Mbah Mo”

Bakmi Mbah Mo

Kemarin sore, aku menemani Mawa untuk berdoa di Ganjuran karena dekat dan tempatnya memang nyaman untuk berdoa. Terkadang kami datang hari Jumat atau Sabtu, tapi kemarin Mawa ngajakin ke Ganjuran jadinya langsung berangkat ke sana sepulang dari kantor. Kami berangkat sekitar pukul 17.45 dari Jogja, tadinya aku mau ngasi kejutan buat ngajakin Mawa makan bakmi Mbah Mo selepas pulang dari Ganjuran.. ehh,,taunya dia malah minta makan sebelum ke Ganjuran.. akhirnya kita langsung cari tau warungnya Mbah Mo itu. Dulu aku memang pernah janji sama dia mau ngajakin makan bakmi di warung bakmi “Mbah Mo” yang terkenal seantero Jogja itu, tapi baru kali ini terlaksana dengan baik, aman, dan lancar 🙂

Bakmi “Mbah Mo” memang sudah terkenal sejak lama di Jogja, khususnya buat orang-orang dari luar Jogja (Saya terkadang malah heran kalo orang Bantul ada yang ngga tau dimana warung bakmi ini, mungkin karena mereka ngga pernah makan kali ya karena harganya memang lumayan mahal). Warungnya ini mungkin sudah generasi ke sekian sejak pendirinya yaitu Mbah Mo berjualan. Konsistensi, itulah salah satu hal yang aku tangkap dari warung bakmi yang terkenal ini. Mbah Mo tetap konsisten untuk berjualan bakmi dari puluhan tahun yang lalu, memang hasilnya mungkin ngga terlalu dirasakan oleh Mbah Mo-nya langsung tetapi dirasakan sekarang oleh anak cucunya. Seandainya Mbah Mo dulu ngga konsisten untuk jualan bakmi, sampai sekarang rasanya kita ngga akan bisa merasakan bakmi olahannya. Continue reading

Penyetan Banyuwangi (lagi)

Sego Penyetan Banyuwangi Seturan

Saya lupa kapan terakhir kali datang ke warung sego penyetan Banyuwangi bersama Mawa. Yang saya inget, sebelumnya pernah dua kali kami ke sini. Pertama kali dengan nasi centingan, yang kedua nasinya sudah ngga centingan lagi (hiks..hiks.. rugi rasanya).  Kemarin Minggu akhirnya kami memutuskan untuk makan kembali di tempat ini selepas pulang dari beribadah.

Kondisinya masih sama seperti waktu-waktu yang lalu, masih cukup ramai. Banyak sekali mobil-mobil yang menutupi warung ini, sepintas terlihat seperti ramai sekali tapi ternyata ngga terlalu rame.. ahh, gara-gara ketutupan mobil sih, namun ketika masuk ke dalam untungnya ngga terlalu rame sehingga masih bisa mendapat tempat yang nyaman di dalam.

Kami berdua hanya pesan beberapa menu, kalo diliat dari tahun kemarin nampaknya harga masakannya hanya naik sedikit tapi heran juga karena sambalnya masih tetap HOT!! cuma kalah dua level sama sambal ibu Imas. Ada juga menu baru, yaitu gorengan. Saya pesan pada pelayannya gorengan satu porsi isi 5, sedangkan waktu saya ke kasir dikasih tau kalo gorengan satu porsi isi 4. Entah mana yang salah, tapi akhirnya datang 1 porsi gorengan isi 5 yang terdiri dari 2 tempe goreng, 1 tahu isi, dan 2 pisang goreng. Hmm,,rasanya nikmat juga.. Continue reading

Syukuran Kelulusan Juli 2010

Syukuran kelulusan anak-anak SKI 2008

Akhirnya Kamis, 29 Juli 2010, anak-anak SKI ekstensi 2008 sukses mengadakan syukuran kelulusan di rumah mas Arif. Dari 14 orang, hadir 12 orang (jumlah yang lumayan banyak). Banyak hal yang dibicarakan sembari makan dan minum bersama, apalagi kami sudah lama ngga berjumpa akibat kesibukan kami kemarin masing-masing. Semoga teman-teman yang lain juga segera menyusul untuk lulus.

Masakannya enak, lele, oseng kangkung, apalagi sambal yang dibuat mbak Dewi. Diriku sampe makan dua ekor lele..hehehehe…

Lowongan kerja RS. Sardjito Yogyakarta Mei 2010

Dalam  rangka  memenuhi  kebutuhan  tenaga  Non  PNS  di Rumah Sakit  Umum  Pusat  Dr.  Sardjito Yogyakarta akan merekruit tenaga,  dengan kriteria sbb:

NO JENIS PENDIDIKAN JUMLAH
FORMASI
1. S1(6)
Ners 1
Ekonomi Akuntansi 3
Ekonomi Manajemen 1
Hukum ( Perdata ) 1
2. D4(1)
Anesthesi 1
3. D3 (62)
Keperawatan 34
Kebidanan 3
Rekam Medik 3
Sekretaris 1
Komputer 8
Akuntansi 4
Teknik Mesin 1
Teknik Listrik 1
Teknik Sipil 1
Perhotelan Food & Baverage 1
Arsiparis 1
Manajemen 4
4. D1 (2)
Tranfusi Darah 2
5. SLTA (17)
S A A / SMF 1
S L T A   7 7
SMKK Boga 6
STM Listrik 1
STM Mesin 1
STM Otomotif + Sim A (Sopir) 1

Continue reading

Mbak, kereta suda datang!!!

Sabtu, 27 Juni 2009 kemarin aku berencana mudik ke Gombong sebelum KKN karena kalo sudah KKN maka otomatis ngga akan bisa pulang sampai 2.5 bulan ke depan. Akhirnya Sabtu pagi aku meluncur ke stasiun Tugu untuk membeli tiket prameks, dan sesampainya ternyata harus mengantri. Ya sudahlah, berarti harus mengantri padahal keretanya nampaknya sudah mau tiba..

Entah kenapa di bagian depan, ada seorang pembeli yang geser. Aku cuek aja sambil menerka – nerka kira – kria kenapa orang itu geser. Kemudian di depanku ada seorang bapak yang beli 2 tiket dengan membayar menggunakan selembar uang seratus ribuan dan dikasih kembalian. Akhirnya tibalah giliranku, “Mbak, prameks ke Jogja satu” sembari menyerahkan selembar uang limapuluh ribuan. Tiba – tiba mbaknya bilang,”Mas, uang yang pas saja ngga ada kembalian. “Ga, ada mbak“, kataku sambil melihat bahwa di depannya ada beberapa lembar uang sepuluh ribuan dan beberapa uang seribuan pokoknya cukup buat ngasi kembalian. Lalu entah kenapa, mbaknya malah ngeyel “Mas, kalo ga ada uang pas geser dulu“. Ooo.. akhirnya aku tau alasan orang disebelahku itu geser, karena ngga ada uang kembalian!

Akhirnya mulai naiklah darah ini, tiba – tiba kereta prameks datang. Sambil belum geser aku bilang sama mbaknya, “Mbak, kereta suda datang”. Mbaknya masih saja minta geser, akhirnya sekali lagi aku bilang dengan lebih keras, “Mbak, kereta suda datang!!!” entah kenapa ketika bilang kalimat tersebut logatku berubah menjadi logat Timor :)) Akhirnya mbaknya dengan berat hati berkata, “sebentar,mas” sambil mengambil dengan paksa duit limapuluh ribuanku dan memberikan tiket prameks beserta kembalian.

Akhirnya dapat juga tiket prameks pagi – pagi, dan aku melihat orang disebelahku yang tadi geser nampaknya juga “mengurus” pembelian tiketnya yang entah dengan cara apa 😀 “Mbak, kereta suda datang!!!”

Ngelotok

Kamis kemarin akhirnya nongkrong lagi bareng Anto, Ari, Erla, dan temannya di Sego Macan. Udah lama banget jarang nongkrong karena sekarang hobi jadi orang sok sibuk 🙂 sibuk kerja, kuliah, dan ngerjain tugas. Untung masih inget untuk memperhatikan diri sendiri, jadinya nongkrong deh.. hahahaha… Obrolan intinya sebenarnya seputar usaha yang sedang kami jalankan,, lagi butuh tetek benget mengenai SIUP, TDP, NPWP dan kawan – kawannya (usaha yang paling enak emang online jadi ga ribet).

Kemudian sekitar jam 21.00, Erla datang bersama temannya dan obrolan langsung dialihkan ke poker 😀 berhubung orangnya ada lima, maka aku milih untuk ngga bermain poker. Ari mesen madu klotok, Anto mesen kopi klotok, dan Erla pesen lemon tea. Berhubung belom pernah nyobain yang namanya kopi dan madu klotok akhirnya aku icip punya Anto dan Ari, ternyata lebih enak madu klotoknya daripada kopi. Kalo madu murni klotok dan rasanya ngga begitu nendang, ngga langsung bikin naik. Beda dengan kopi klotok yang sekali diminum udah langsung bikin naik.

Sekitar jam 00.00 kami meninggalkan Sego Macan, berhubung lapar akhirnya nyobain gudeg yang di depan Mirota Gejayan. Ternyata rasanya lumayan enak dan murah.. hahahahaha… Selepas makan gudeg kami kembali ke tempat masing – masing, karena keesokan harinya aku juga harus kerja. Kapan – kapan kalo nongkrong di Sego Macan kayaknya bakal pesen satu gelas madu klotok 😀

Why so serious menonton "Dark Night"??

“Why so serious??”, ungkapan yang menarik dari Joker di film “Dark Knight” sebelum membunuh seseorang memang sangat simple. Dan ungkapan itu memang mau nggak mau aku simpan di dalam kepalaku untuk malam minggu kemarin.

Malam minggu, awal bulan, dan habis gajian membuatku akhirnya menonton film “Dark Knight” karena penasaran katanya bagus banget. Akhirnya film yang dimulai jam 19.00 ditonton sekitar 20 menit setelahnya karena temanku Yenni datengnya terlambat 🙂 untungnya aku bawa cemilan.. hehehehehe… karena dia ngga sempet untuk beli cemilan. “Why so serious if we watch movie too late??” lebih baik terlambat daripada ngga jadi dateng karena harga tiket mahal 🙂

Continue reading