Caranya bersikap

envy.jpg

Pernahkah kalian merasa iri dengan orang lain? Kalo saya pernah. Menurut saya, perasaan iri itu bisa dibagi menjadi dua hal, yakni positif dan negatif. Keduanya sebetulnya sama-sama masalah mental, tetapi berbeda dalam hal penanganan. Ketika saya melihat orang lain itu lebih sukses dari saya, maka yang saya lakukan biasanya mendekatinya, berdiskusi bagaimana caranya dia dapat meraih kesuksesan itu. Rezeki memang bukan kita yang atur, akan tetapi kita merasakan energi yang positif. Bisa jadi juga, teman kita itu yang nantinya buka jalan buat kita untuk mendapatkan rezeki sehingga kita sama-sama sukses. Continue reading

Mensia-siakan kesempatan

Minggu ini merupakan minggu yang cukup sibuk karena saya harus menyelesaikan input nilai akhir untuk 4 matakuliah dengan 5 kelas. Banyak hasil akhir mahasiswa yang masih jauh dari standard, bahkan saya mengajar mata kuliah dasar tingkat satu yang notabene mudah masih banyak yang nilainya jelek. Kalo pembelaan senior saya, mahasiswa tingkat satu itu masih baru, masih belum bisa menyuarakan opini, menggunakan logika dengan baik, dan cenderung malas. yahh.. kalo matakuliahnya sekelas kalkulus sih saya masih maklum, tapi ini mata kuliah pengantar yang cukup mudah.. Akhirnya setelah berbincang dengan salah satu rekan dosen, disepakati bahwa kami akan memberikan remidial untuk mahasiswa tingkat satu yang nilainya jelek-jelek.

Saya pun membuat pengumuman bahwa akan diadakan remidi untuk kuliah yang saya ampu tersebut. Remidinya cukup mudah, hanya mengerjakan kembali soal UAS kemarin. Saya memberikan tenggang waktu 4 hari untuk menyelesaikannya. Yang menarik adalah, masih ada mahasiswa yang tidak mengumpulkan remidi sampai batas waktu yang ditentukan! padahal saya sudah memperlonggar metode pengumpulannya yakni bisa via email karena biasanya selepas ujian banyak yang sudah mudik ke kampung halaman. Saya masukkan saja nilai apa adanya, yang ikut remidi ya nilainya membaik tetapi yang tidak ya nilainya apa adanya. Saya sih tidak masalah kalo memang mahasiswa yang bersangkutan tidak ikut remidi karena mereka mungkin juga punya alasan tertentu untuk tidak ikut remidi, tetapi saya hanya kasihan pada mereka yang nilainya jelek tetapi malah mensia-siakan kesempatan remidi ini. Continue reading

Inaicta 2013

inaicta

Agustus yang lalu, tepatnya akhir Agustus, saya menerima surat elektronik dari panitia INAICTA 2013 bahwa karya saya masuk sebagai salah satu finalis ajang Lombak TIK di kategori Student Project. Wah, ngga nyangka juga bahwa karya saya dan teman-teman ternyata lolos sebagai salah satu finalis padahal saya baru kirim proposalnya itu pas hari terakhir pengiriman proposal. Berbekal informasi dari panitia akhirnya saya berangkat ke Jakarta untuk mengikuti sesi penjurian yakni presentasi dan sesi pameran.

Sesi penjurian ternyata berlangsung secara tertutup. Kita mempresentasikan karya kita di depan para dewan juri, dan nanti mereka akan bertanya seputar karya yang kita presentasikan. Sebetulnya agak berbeda dengan apa yang saya bayangkan bahwa saya akan presentasi langsung di depan banyak audiens..hihihi.. Pertanyaan yang mereka ajukan sih masih standar, dan bobotnya lebih ke arah nilai komersial dari aplikasi yang kita buat.

Banyak hal yang saya dapatkan dari event ini, satu hal yang terpenting adalah bahwa menjadi pemenang itu bukan jadi tujuan utama. Lalu apa yang jadi tujuan utama ikut event ini? tujuannya cuma satu kalo saya, yakni menjadi ajang untuk promosi diri dan membagikan kartu nama 🙂 kalo menang itu sih efek samping karena karya kita mungkin cocok bagi para juri karena ada juga teman yang karyanya bagus tetapi ngga menang, alasannya?? karena jurinya ngga butuh aplikasi yang dibikinnya (doh). Kalo emang harapannya jadi juara pasti bakal stress karena ngga menang, tapi kalo fokusnya untuk promosi ngga menang ya ngga jadi soal. Bisa masuk jadi finalis aja udah bersyukur..hehehe..

Rasanya move on to deadline…

Akhirnya, Jumat lalu tuntas sudah deadline yang harus saya penuhi, yakni dokumen tesis. Satu minggu yang menguras tenaga dan pikiran, serta mengganggu waktu tidur dan kesenangan pribadi..gimana kalo mau senyum tiap kali berpikir selalu tesis saja yang muncul. Kenapa sih tesis itu penting banget?? jawabnya satu kalo saya, soalnya saya harus bayar sendiri kalo ga bisa sidang bulan depan! emang berapa sih? ya cuma sekitar 2-3 jutaan kalo mau sidang di semester berikutnya. Tapi kan lumayan uangnya bisa buat beli Nexus 7 😀 Kenapa kalo ngomongin soal deadline, baik tugas akhir, tesis, disertasi, tubes, laporan kantor, dll, itu selalu yang terbayang adalah bahwa kita akan lembur minimal 24 jam sebelumnya? apakah memang seperti itu? Continue reading

Mencari Partner

Mencari teman itu mudah. Bawa saja Chivas Regal satu botol + rokok, maka kamu akan mendapat teman untuk berbagi. Tapi, begitu chivas regal + rokoknya habis biasanya semuanya pada pergi. Namun, ketika kita ngobrol sembari minum dan merokok ada satu atau dua orang baru yang ternyata klop dan tidak ikut pergi seperti orang lain ketika minuman sudah habis. Mungkin saat itulah kita mulai menemukan partner, teman seperjuangan, yang mau dan mampu saling menguatkan serta mendukung visi kita.

Saya pernah mendapat pelajaran, bahwa dalam suatu pekerjaan ketika kita berhasil menemukan orang yang tepat maka kita telah menyelesaikan 80% pekerjaan kita. Ada juga yang berpendapat bahwa taruhlah orang yang tepat di dalam bus, taruhlah orang yang tidak tepat di luar bus. Banyak hal harus dimulai dari memilih orang yang tepat, partner yang tepat, yang satu visi dengan kita. Memang tidak mudah, butuh waktu yang cukup lama sudah gitu dapetnya juga ga banyak, Tapi percayalah kalo kita bisa mendapatkan partner yang sevisi dengan kita, segala akan menjadi lebih mudah. Banyak energi yang dapat difokuskan untuk hal yang lebih bermanfaat. Continue reading

Mengingat untuk mengumpulkan semangat

Beberapa hari ini saya sedang bosan dan jenuh. Bukan apa-apa, tapi rasanya terlalu banyak hal yang harus dikerjakan & saya harus berlari dengan cepat sehingga sedikit waktu untuk beristirahat sejenak. Yap, berlari terlalu cepat tanpa berhenti memang melelahkan, apalagi kalau jalan yang ditempuh juga lumayan panjang kan? Tidak sengaja saya kemarin membaca sebuah buku yang di dalamnya ada cerita mengenai bagaimana si penulis bangkit dari keterpurukan hidupnya. Bagaimana caranya? ternyata salah satunya adalah dengan mengingat. Bagaimana bisa mengingat menjadi salah satu cara untuk bangkit dari keterpurukan dan memulai hidup yang penuh dengan semangat kembali? Continue reading

Wedding Organizer, perlukah?

Era pernikahan zaman sekarang merupakan eranya wedding organizer. Budaya sekarang berubah, banyak orang muda sekarang sibuk bekerja dari pagi hingga sore hari. Waktu keluar kerja hanya pada saat istirahat dan jam pulang kantor sehingga tidak bisa mempersiapkan pernikahannya. Dari situasi seperti itulah akhirnya wedding organizer dianggap membantu untuk meringankan beban mereka. Tetapi apakah wedding organizer itu memang diperlukan? Vendor wedding organizer pasti akan berkata kalo jasa mereka itu sangat diperlukan, sehingga tarif yang dipasang pun menjadi gila – gilaan menurut saya. Saya pernah ditawari jasa wedding organizer yang memberi tarif 9 juta rupiah untuk jasa mereka! Mahalkah? relatif sih, tapi buat saya itu cukup mahal 🙂 karena bisa dimasukkan ke pos pengeluaran yang lain. Lalu bisakah pernikahan dilakukan tanpa menggunakan wedding organizer? Continue reading