Stress

Sudah hampir 1 tahun ini saya merasa stress dengan studi saya. Bukan karena bahwa saya mentok dengan apa yang bisa saya lakukan, namun karena energi habis untuk mengerjakan hal yang tidak terkait langsung dengan penelitian. Dari awal sebetulnya saya merasa topik saya sudah cukup jelas untuk dikerjakan, akan tetapi saya mendapat tugas tambahan yang sungguh lumayan menyita waktu, yakni mengelola sebuah start-up. Kebayang kan? banyak hal yang harus dilakukan tetapi tidak berhubungan dengan studi.

Saya terus terang terkadang iri dengan teman – teman yang bisa fokus, setiap hari berada di ruang residensi: membaca paper, berdiskusi, mengerjakan tugas atau belajar sesuatu yang baru. Memang sih semua dapat pembelajarannya sendiri, namun ya itu, saya merasakan stress yang berlebih. Sudah dua bulan ini saya selalu sakit dan bolak – balik klinik, sesuatu yang akhirnya saya indikasikan dengan tingkat stress yang berlebih saat ini. Dan akhirnya, saya putuskan untuk resign dari tugas tambahan saya. Semoga sih disetujui. Saya sekolah karena saya punya tempat untuk kembali,