Pengalaman fund raising pertama

Hari Kamis lalu saya beserta beberapa rekan saya menuju ke Jakarta untuk melakukan presentasi dalam rangka mencari pendanaan untuk aplikasi yang sedang kami kerjakan. Saya membawakan Tripisia dan rekan saya membawakan presentasi seputar logistik pengiriman barang. Rekan saya membawakan presentasinya dengan sangat lancar, lengkap dengan gambaran proyeksi arus kas dan estimasi peningkatan pendapatan mereka.

Akhirnya tibalah giliran saya, awalnya saya pikir hanya seputaran MVP saja sehingga saya hanya mendemokan MVP dari Tripisia ini. Ternyata saya juga diminta untuk memberikan linimasa pengembangan dan operasional serta proyeksi arus kas *doh*, ya saya jawab saja kalo itu belum ada dan dibuat.. hehehe.. Sebetulnya agak malu juga sih. Jadi sebetulnya sih udah ada proyeksi arus kasnya, tapi kok rasanya kurang makes sense, kesannya masih pemula banget yang bikin proyeksi arus kasnya. Oiya, mungkin saya sekalian membagi sedikit tips untuk membuat proyeksi arus kas : peningkatan pendapatan sebisa mungkin meningkat sekitar 15% bahkan lebih di tiap tahunnya. Jadi gini, investasi terhadap produk kan memang sesuatu yang beresiko, kita ngga tau produk tersebut bakal sukses atau ngga. Kalo ngga sukses ya sama saja bakar uang kan?

Oleh karena itu, kalo peningkatan pendapatan kita hanya sekitar 10% tiap tahun, maka itu masih dianggap terlalu beresiko dan kurang menarik calon investor. Maksudnya daripada ambil resiko dengan profit 10% ya lebih baik uangnya didepositokan di bank dengan bunga 7% per tahun dan tanpa resiko. Jelas kan? Tapi ya jangan bikin peningkatan pendapatan tiba – tiba 50% per tahun, itu juga akan keliatan juga kalo bohongnya 😀 pokoknya proyeksi arus kas itu harus masuk akal, ngga sangat rendah tapi juga ngga sangat tinggi proyeksi pendapatannya.

Industri IT memang menggeliat, khususnya perusahaan start-up. Kayaknya banyak sekali orang yang sekarang bikin perusahaan start-up, tapi untuk saat ini modal awalnya pun sudah ngga bisa dibilang sedikit. Ada teman saya di kota lain ingin membuat perusahaan start-up di bidang transportasi, biaya pengembangan produk awalnya sudah menyentuh angka 150jt. Itu baru jadi produknya, belum nanti pemasaran, promosi, dkk. Dengan semakin banyaknya perusahaan start-up, para investor juga sekarang semakin selektif dalam menggelontorkan dana. Terkadang mereka lebih tertarik dengan perusahaan yang sudah menghasilkan pendapatan meski dalam jumlah yang kecil, ya asumsinya kalo memang sudah menghasilkan berarti kan bisnisnya sudah terbukti tinggal nanti mencari cara untuk membesarkannya.

Itulah sedikit pengalaman pertama saya dalam mencari pendanaan, mudah – mudahan ke depan bisa lebih baik lagi, sembari memikirkan cara untuk cari bensin lewat skema B2B.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s