Bermain ke Jendela Alam

Masih malu-malu

Masih malu-malu

Hari Sabtu, 2 Juni 2016, yang lalu, Mawa mengajak Audi ke Jendela Alam bersama rombongan dari jejakecil. Awalnya Mawa tau jejakecil dari teman sekantornya, dan saya setuju Audi untuk ikut kegiatan outdoor, supaya mulai terbiasa bersosialisasi dengan rekan-rekan sebayanya dan orang lain. Pada pertemuan sebelumnya Audi masih malu-malu sekali, tapi pada saat yang ke jendela alam dia sudah mau berbaur dengan orang lain walaupun masih malu juga.

Jendela Alam lokasinya berada di dekat Sapulidi. Bisa masuk dari Kolonel Masturi, Sersan Bajuri, atau dari pertigaan Beatrix yang mau ke arah Lembang. Nah, di sana rupanya Audi berkelana memberi makan berbagai macam hewan. Ada sapi, domba, dan kambing ( hanya kata Mawa, pada saat kasih makan sapi tangannya Audi kena air liur sapi. Jadinya Audi ga mau lagi kasih makan hewan yang lain ).  Terakhir anak-anak diajak untuk memegang ular piton, saya heran juga ternyata Audi berani memegang ular piton dan mengelus-elusnya.. hehehe.. siiplah anak papa..

Menjadi orang kota itu berarti memang kehilangan banyak hal, salah satunya area bermain ( karena lahan yang terbatas ) dan sosialisasi yang juga terbatas. Makanya, saya setuju kalo Audi ikut kelas kreatif seperti ini, karena saya percaya anak pun bisa mandiri, bisa beradaptasi sesuai dengan kondisi yang ada. Kita hanya perlu menyediakan sarananya, salah satunya ya lewat jejakecil ini.

Audi yang mana ya?

Audi yang mana ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s