Mengurus roya di kota Bandung

Beberapa waktu yang lalu saya, Audi dan Mawa mengurus roya di Badan Pertanahan Nasional yang ada di Soekarno-Hatta. Tempatnya sangat ramai & penuh. Apabila kita baru pertama kali kemari, saya sarankan untuk membeli map roya yang ada di koperasi, jangan lupa juga beli materai tempel 6000 dan fotokopi KTP anda 1x saja. Kalo sudah kita tinggal isi datanya, jika merasa bingung para petugas yang ada ( satpam ) akan dengan senang hati membantu kita.

Untuk roya kita tinggal memasukkan berkasnya ke loket 1 ( satu ) untuk divalidasi. Proses validasi ini berlangsung cukup cepat. Nah, setelah selesai validasi baru kita menunggu selama kurang lebih 1-2 jam untuk dipanggil dan menyelesaikan proses administrasi! Sangat melelahkan! Pada waktu saya kesana kebetulan server BPN sedang down sehingga tidak dapat melayani pembayaran. Saya memasukkan berkas pukul 10.30, dan sampai pukul 12.00 saya belum dipanggil juga. Akhirnya saya datangi petugas loketnya, oleh petugasnya ( mbak-mbak ) dijawab kalo masih ada di kepala bagian, belum ditandatangani. Karena Audi mulai rewel belum makan siang, saya bertanya apakah bisa kalo ditinggal? dan ternyata bisa. Saya diberi tanda terima sementara dan dijanjikan akan dihubungi keesokan harinya.

Keesokan harinya saya datang lagi, menyerahkan kembali tanda terima dan menunggu lagi. Setelah 1 ( satu ) jam menunggu ternyata masih belum ada tanda-tanda bahwa akan dipanggil. Saya merasa aneh, kemarin saya sudah diberi tanda terima sementara, harusnya permohonan saya sudah bisa diproses hari kemarin sehingga hari ini saya tinggal ambil dan seharusnya tidak memakan waktu yang cukup lama. Saya datangin lagi mbak petugasnya, pokoknya kalo lama bakal saya datangin terus tiap 15 menit sampe mbaknya judeg, dan bertanya kenapa saya belum dipanggil, padahal saya sudah masukin berkas dari kemarin dan sudah diberi tanda terima sementara. Mbak petugas bilang kalo kemaren server down sehingga permohonan yang masuk kemaren baru diproses sekarang dan saya diminta untuk menunggu lagi.

Sembari menunggu saya melihat banyak sekali orang yang dengan mudah memasukkan berkas dan kemudian selang beberapa menit sudah dipanggil, pokoknya ngga selama saya. Saya tau mereka itu calo, yang sudah pasti menyediakan upeti sehingga aksesnya lewat jalan tol. Tapi ya apa para pegawai itu ngga sadar darimana gaji yang mereka dapatkan? kalo bukan dari keringat masyarakat sipil seperti saya yang tiap bulan dipotong pajak untuk disumbangkan ke pemerintah. Sebagian rezeki saya sudah saya berikan untuk para PNS itu tapi masa pelayanan ke masyarakat sipil di nomer dua-kan? Jengkel juga saya. Akhirnya nama saya dipanggil juga setelah menunggu hampir 1,5 jam. Saya diberi sebuah formulir, diminta untuk membayar biaya roya dan kembali 3 hari kemudian. Lalu saya membayar dan kemudian pergi meninggalkan kantor BPN. Bayang pun, hanya untuk melakukan transaksi pembayaran yang hanya sebesar Rp 50.000 ( lima puluh ribu rupiah ) saya harus menunggu selama 3 jam! ( 1,5 jam hari kemarin + 1,5 jam hari ini ).

Berkaca dari pengalaman menunggu sebelumnya, akhirnya saya putuskan untuk telat saja mengambil sertifikat roya supaya ngga menunggu lama. Ketika saya datang, sertifikat saya sudah selesai diproses. Hanya menunggu sekitar 5 menit untuk mencari berkasnya, tapi ternyata saya tidak bisa langsung mengambilnya karena bukan saya pemohonnya. Saya harus membawa surat kuasa untuk mengambil sertifikat roya tersebut. Apem! Akhirnya saya datang lagi sambil membawa surat kuasa dan diberikanlah sertifikat yang sudah diroya itu.

Saya menjadi sadar, mengapa di kantor BPN 90% orang yang mengantri itu isinya calo semua. Kebayang kalo anda adalah karyawan dan mengurus sendiri sertifikat pertanahan seperti saya, maka waktu anda habis untuk mengantri. Cuti yang anda ambil untuk mengurus sertifikat ini habis untuk mengantri. Akhirnya orang biasa memilih jasa calo untuk menyelesaikan urusan pertanahan dengan harga yang fantastis. Ketika saya mengurus sendiri saya hanya menghabiskan biaya sekitar 70 ribu : biaya pengurusan roya ( 50rb ), map ( 10rb ), materai tempel ( 6rb ), parkir 4x ( 4rb ), sementara apabila saya menggunakan jasa calo / notaris biayanya bisa berkisar antara 500rb – 1,5jt. Super sekali! Seandainya saya pun punya banyak waktu, mungkin bisnis jasa pengurusan sertifikat tanah ini akan saya ambil😀

One thought on “Mengurus roya di kota Bandung

  1. Terlalu oknum petugas BPN itu, ngerjain orang seenak udel nya. Oknum sudah mempunyai penghasilan tetap bulanan yang diterima sebagai petugas, kalau bisa dibuat lambat kenapa harus dipercepat ? Memalukan !!!… Mudah2an sekarang telah berubah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s