Meminta – minta

Suatu hari ketika saya mengeluarkan motor hendak pergi dari rumah, ada seorang perempuan yang mendatangi saya, saya udah punya feeling kayaknya ni perempuan bakal minta-minta.. dan ternyata benar.., dia meminta sedekah untuk makan. Saya sudah sopan untuk menolaknya, akan tetapi dia tetap keukeuh meminta-minta. Mungkin dia mengira saya akan memberikan apa yang dia minta, tapi saya tetap ngga mau memberi. Saya bergegas menutup pintu rumah, menyalakan motor, dan nyuekin perempuan tadi. Kejam?? mungkin iya. Tapi saya yakin saya lebih baik ngga ngasih uang daripada ngasih, lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Pada saat perempuan itu meminta-minta, saya amati penampilannya tidak terlalu buruk, bajunya ngga belel atau compang-camping, sandalnya bagus, bagian alis matanya dibentuk (berarti memperhatikan penampilan), dan dia nampak menggunakan riasan walau sangat ala kadarnya. Tutur katanya dibuat sangat memelas, seolah-olah dia memang orang yang sangat kesusahan. Lah, kalo saya memberikan uang ke wanita itu kira-kira apa bakal dipake buat makan? Saya yakin pasti buat nambah dandanannya itu!😀

Selasa yang lalu juga ada seorang bapak-bapak. Waktu itu kebetulan saya juga sedang ada di depan rumah, menunggu kunci rumah dibenerin. Bapak itu datang, modusnya menawarkan motor apabila ingin ganti motor. Dia membawa brosurnya. Saya menolaknya. Lalu, bapak itu berkata lagi bahwa dia adalah warga sekitar yang sedang membutuhkan dana. Saya menolaknya kembali dan meminta dia pergi. Kejam? mungkin iya lagi.

Orang-orang seperti mereka itu jangan dianggap biasa saja, mereka mampu mengenali apakah kita adalah orang yang bisa dipaksa untuk memberi atau tidak. Bisa jadi dari tutur kata kita, pandangan mata kita, atau mungkin bahasa tubuh yang lain. Apabila mereka merasa kita bisa dipaksa untuk memberi, mereka akan memaksa dengan cara halus untuk membuat kita memberi apa yang mereka minta. Beramal itu soal hati, tapi kita juga harus tetap cerdas untuk mengenali mana yang memang membutuhkan, dan mana yang malas. Kadang kita sangat mudah tersentuh ketika sudah ditambahkan unsur agama & kemanusiaan, dan memberikan sebagian dari apa yang kita miliki. Tapi saya rasa, kita sekarang harus berlajar cerdas, dan berani bebal terhadap orang yang meminta-minta seperti itu. Use your mind, not your fragile heart..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s