Kampung Cai, Rancaupas

rancaupas

Hari minggu lalu, saya, Mawa, dan Audi jalan-jalan ke Rancaupas. Sebetulnya saya agak malas karena harus berangkat pagi, tapi ya kalo ngga ada agenda ngapain juga ke Rancaupas? akhirnya saya putuskan untuk berangkat karena saya juga belum pernah ke sana. Kami berangkat pukul 06.30, perjalanan ditempuh sekitar 1.5 jam karena ternyata minggu pagi itu banyak sekali angkot jurusan Soreang berkeliaran sehingga menimbulkan kemacetan. Belum lagi pasar tumpah yang ada di Soreang juga agak menambah kemacetan. Arah ke Rancaupas cukup mudah ditemukan. Ambil saja arah Ciwidey, nah nanti kalo sudah ketemu tempat wisata Kawah Putih tinggal nyalakan lampu sein kanan karena letaknya 50m sebelah kanan dari Kawah Putih.

Harga tiket yang dipatok tidak terlalu mahal, yakni sekitar 10rb/orang, ditambah kendaraan 5rb/mobil. Tapi di dalem kita masih juga diminta bayar parkir 2rb ketika keluar. Seandainya lagi ngga bareng keluarga ngga mau bayar saya *evil* Area rancaupas ini sangatlah luas, kalo saya ndak salah baca ada sekitar 200 ha. Jadi jangan heran kalo banyak banget yang kemping di sini. Tapi siap-siap untuk bawa selimut tebal karena suhunya bisa sekitar 15′ kalo malem hari. Di Rancaupas juga banyak wahana seperti kolam renang, paintball, flying fox, dan satu yang menarik, yakni penangkaran rusa. Saya mengajak Mawa dan Audi ke penangkaran rusa untuk melihat rusa dan kijang lebih dekat🙂

Rusa-rusa di sana ternyata sangat jinak dan sangat kelaparan. Terbukti ketika Audi menyodorkan Malkis roma ternyata rusa-rusa itu menyambutnya😀 supaya Audi senang akhirnya saya membeli satu kantong wortel sisa-sisa yang dibungkus kresek seharga 5rb. Audi sangat senang memberikan wortel-wortel itu kepada rusa-rusa yang kelaparan..hahaha.. sampai akhirnya habislah seluruh wortelnya. Disana juga ada anak-anak dari Teknik Telekomunikasi Universitas Telkom makrab, tapi berhubung saya bukan dosen mereka dan ngga kenal anak-anaknya saya jadinya ngga mampir..hihihi…

Kami kembali ke Bandung sekitar pukul 10.00, dan mulai menikmati kemacetan yang muncul mulai dari Soreang hingga kopo Sayati..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s