Yuk,,sabar..

62689184

Udah,,yang sabar aja“. Kalimat yang sangat mudah untuk diucapkan, tapi sangat sulit untuk dilakukan. Apalagi kalo lagi mengendarai mobil, abis kena macet, di tengah jalan ada yang naik motor dan diklakson ngga mau minggir. Belum lagi kalo hari panas terik, macet, dan ingin berpindah jalur mobil. Dijamin pasti bakal emosi tinggi kalo ada yang terlihat mau nyelonong. Kalo dipikir-pikir sebetulnya saya bukan orang yang sabaran. Mungkin terlihat dari luar orangnya santai, tapi sebetulnya ndak🙂 Saya sebetulnya mudah emosi, marah, dan ngga sabaran. Sering Mawa menegur saya saat mengendarai mobil karena sikap saya itu, potong sana-sini, salip sana-sini, klakson, dsb. Belum lagi dengan sikap-sikap lain yang mungkin memang merugikan orang sekitar saya.

Berita baiknya, saya sudah cukup sadar, untuk mulai sabar dalam hal apapun. Walaupun ya semua tergantung sama kondisi yang ada. Kalo lagi ngantri panjang lalu ada yang nyerobot ya ditegur. Kalo mau menyeberang saya terkadang memilih berhenti dulu, kecuali ada yang nyerobot nah itu memang harus dipotong jalannya. Sebetulnya sabar itu ndak merugikan, kalo dipikir-pikir ketika kita mengalah sejenak di jalan, energi yang dikeluarkan untuk stress itu lebih kecil daripada kita emosi kemudian menutup jalan dan membuat macet. Kalo sabar, kadang kita bisa jadi dapet bonus karena sudah mau menunggu. Tapi ya itu, sabar juga harus ada batasnya, karena terkadang ketika kita dianggap sabar maka orang akan bersikap seenaknya kepada kita. Semuanya memang berujung kepada situasi dan kondisi🙂

Pada dasarnya semua sudah diatur untuk kita, semuanya sudah ada waktunya. Kalo belum waktunya, rasanya mau berusaha sekuat apa pun ya ndak akan bisa mencapainya. Tapi kalo sudah waktunya, ditambah usaha, semuanya bisa kita raih. Dalam hidup, kesabaran itu ibarat kita naik sepeda yang jalannya nanjak seperti Lembang. Semakin kita berusaha untuk cepat sampai atas, maka paha kita hanya akan semakin sakit karena dipaksakan untuk mengayuh dengan cepat. Okelah, tadinya kita bisa cepat di awal, tapi semakin lama pasti kekuatan akan menurun, bahkan bisa pingsan karena ngga kuat. Lalu kita harus bagaimana? kita harus konsisten pada kecepatan, jangan terlalu cepat & lambat, lebih lama itu pasti, tapi perlahan-lahan kita mampu mencapai klinik ortodontis Marlin Himawati yang ada di Lembang. Bukannya tujuan akhir adalah sampai ke klinik? Ketika kita sabar dan konsisten, maka semua akan selesai pada waktunya. Kita masih dalam kondisi sehat ketika sampai di atas. Pelajaran naik sepeda adalah pelajaran kesabaran, konsistensi, dan kekuatan. Begitu juga hidup, semuanya tentang kesabaran, konsistensi, dan kekuatan.

Gambar diambil dari sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s