Singkong keju dan teknologi

singkong keju, gambar diambil dari sini

singkong keju, gambar diambil dari sini

Dahulu kala, paling ngga waktu zaman saya kecil. Makan singkong itu rasanya untung-untungan seperti main lotere. Prosesnya dimulai dari memilih singkong yang masih mentah. Singkong itu kita kupas, kemudian dipotong-potong, direndam dengan air garam+bawang, lalu dikukus. Nah, hasil kukusannya itu yang menentukan apakah singkongnya keras atau lunak (mempur). Kalo ternyata keras, setelah kita goreng hasilnya tetep keras. Tetapi kalo memang lunak, setelah digoreng hasilnya sangat enak seperti singkong keju yang banyak dijual sekarang. Berkat kemajuan teknologi pangan, yakni soda kue, kita sekarang bisa mendapatkan singkong goreng yang sangat empuk dari berbagai macam jenis singkong. Mau aslinya keras atau lunak semua bisa dibikin lunak dengan soda kue. Hilanglah sudah kemampuan sekaligus kenikmatan memilih singkong yang sekiranya lunak setelah selesai dikukus.

Kemajuan teknologi saat ini membuat kita berada pada posisi yang sangat nyaman. Kita bisa terhubung dimanapun, jika mengunjungi sebuah daerah baru kita dapat dengan mudah menemukan rute lewat GPS, smartphone memberikn segala kemudahan lewat kalkulator, memo, alarm, dsb; kendaraan memberikan kita kemudahan lewat berbagai macam sensor yang ada di dalamnya yang membuat kita lebih mudah, aman, dan nyaman dalam berkendara. Sekarang rasanya kita tidak dapat hidup tanpa teknologi, dunia kita rasanya ada yang kurang jika sehari-hari kita tidak bisa terhubung lewat line dengan teman-teman yang lain. Sama seperti Tony Stark yang membuat Ultron, tadinya supaya robot itu dapat membantu manusia, tetapi ternyata sebaliknya. Ultron ternyata membuat rencana jahat untuk memusnahkan umat manusia.

Saya ngga melihat kalo teknologi itu akan memusnahkan kita, tapi saya meilihat kalo teknologi itu yang akan mengatur hidup kita. Jika sudah seperti itu, akan ada sesuatu yang hilang dari diri kita yang hebat ini. Akal dan kemampuan sensing rasanya akan hilang, kita jadi manusia powerless. Itulah sebabnya mungkin saya masih rada jadul terhadap kemajuan teknologi. Saya masih senang menghitung itu dengan corat-coret di kertas, berusaha menyusun jadwal hari esok dan mengingat segala waktunya, mengeset smartphone dengan mode silent, mobil saya juga kendaraan yang biasa, tanpa sensor apa pun, dan saya menyenanginya. Saya tidak mau kemampuan yang telah dianugerahkan oleh Tuhan itu hilang, saya ingin tetap menjaganya supaya saya tidak kehilangan kemampuan saya sebagai manusia.

 

5 thoughts on “Singkong keju dan teknologi

  1. Oh jadi air campuran yang selama ini saya liat ternyata pake soda kue.. wah baru tau.. saya penggemar singkong goreng walau tiap beli tanpa keju. Selama ini mikirnya selalu empuk dan ngembang merekah kriuk2 karena dikukus dulu sampe bener2 mateng, salah duga hih -__-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s