Menikmati Masakan Timur Tengah di Gaza Mediterranian Bandung

Ada tempat makan yang menyajikan masakan Timur Tengah di Bandung, namanya Gaza Mediterranian yang terletak di Jl. Pahlawan no. 72, Bandung. Beberapa waktu yang lalu, saya, Mawa, dan Audi berkesempatan untuk mencicipi hidangan khas Timur Tengah ini. Area restoran sebetulnya gede, tapi restorannya itu terhitung kecil kalo saya bilang & tadinya saya berpikir bahwa lagu yang diputar itu lagu timur tengah, tetapi ternyata saya salah.. disitu saya mulai merasa sedih..

Kami memesan Chai Haleeb untuk minumannya, Arayas Kharouf, Ruzz Kabsa Kharouf, Ruzz Mandi Kharouf, dan Muhalabiah sebagai hidangan penutup. Seumur-umur saya belum pernah makan masakan Timur Tengah. Kalo melihat di televisi biasanya mereka (orang timteng) makan dengan tangan. Pelayanan di sini cukup lama, entah proses memasaknya yang lama atau memang kerja pelayannya yang lama? Pesanan kami buat sekitar pukul 20.00 dan baru datang hampir pukul 20.30, memang sih kondisi saat itu cukup ramai karena malam minggu, tapi ada juga pengunjung yang komplain karena lama banget pesanan mereka diantar.

Ruzz Arayas Kharouf

Ruzz Kabsa Kharouf

Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga🙂 Ruzz Kabsa Kharouf itu ternyata nasi briani rempah yang dicampur dengan daging domba panggang. Kenapa nasi briani? karena butiran nasinya itu panjang-panjang. Nasi rempahnya berasa pas di lidah. Sebenarnya saya ngga terlalu suka domba, tapi karena adanya ini ya okelah,,mau ngga mau dimakan wong udah pesan. Daging dombanya sudah lunak sehingga tidak alot waktu dimakan, saya waktu itu mendapat paha domba..baru sekali ini saya makan paha domba!

Kemudian datanglah pesanan Mawa, yakni Ruzz Mandi Kharouf. Kalo ini rada menarik bentuknya🙂 masakan ini terdiri dari daging domba+paprika yang ditusuk pake besi lalu dipanggang. Dagingnya kita makan dengan roti cane & saus putih asam. Untuk roti canenya sendiri saya pikir sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Rotinya ngga terlalu gosong, agak tebal, dan lunak. Saya pribadi sebetulnya lebih suka roti yang agak kosong, tipis, dan agak keras🙂 seperti yang biasa dipake untuk kebab tapi lebih keras lagi. Nothing’s special here.. karena tidak memakai bumbu / rempah apapun yang khas timur tengah.

Ruzz Mandi Kharouf

Ruzz Mandi Kharouf

Dan tibalah saat yang paling dinantikan yakni minuman dan hidangan penutup.. Jeger!! jeger!! setelah dua masakan sebelumnya kurang memuaskan, apakah dua hidangan ini sanggup menggantikannya?

Chai Haleeb

Chai Haleeb

Chai Haleeb is Gulf states favourite beverage, the combination of milk and tea with exotic spices. Ini adalah minuman yang direkomendasikan oleh pramusaji ketika saya menanyakan apa minuman yang enak di sana. Dan ketika saya menyeruput minumannya, saya merasakan bahwa saya,,tertipu!!! yaa, menurut saya minuman itu rasanya seperi wedang bajigur yang dijual oleh mang-mang yang enak dimakan dengan singkong rebus! wooo.. bajigurrr!!! Mungkin idenya seperti teh tarik + rempah-rempah, tapi sayang sekali karena rasa yang muncul itu rasa wedang bajigur, ditambah lagi harganya 22rb satu gelas. Uhukk.. uhukk.. tambah nyesek nyeruputnya.. Saya sangat tidak merekomendasikan minuman ini.

Muhalabiah

Muhalabiah

Dan yang terakhir, datanglah Muhalabiah sebagai hidangan penutup kami. Hmm,, agak susah mendeskripsikannya. Jadi ini seperti bubur sumsum tetapi lebih padat, mirip seperti cheesecake tetapi lebih keras. Mungkin dari susu domba & tepung beras yang dibekukan. Buburnya sendiri itu sebetulnya sudah manis, tetapi di atasnya masih ditambahkan madu😦 Cukup enak sih hidangan penutupnya, tapi karena terlalu banyak rasa manis, saya malah jadi malas untuk menghabiskannya.

Kalo bicara soal harga, saya pikir agak mahal sedikit. Jika hanya ingin sekedar mencicipi bagaimana masakan timur tengah bolehlah dikunjungi. Buat saya masakan timur tengah ini masih kalah jauh dengan masakan Indonesia. Buat penikmat pedas, tidak ada disana yang namanya sambal atau cengek, saos botolan aja ndak ada. Dari segi bumbu juga kalah, karena tidak semua masakannya itu menggunakan bumbu yang banyak & nikmat. Itu bisa dipahami sih, karena di timur tengah kan sebagian besar itu gurun, jadi rasanya sangat susah menanam rempah-rempah. Kalo pun bisa ditanam rasanya ngga banyak tanaman rempah yang tahan di gurun. Akibatnya, rasa masakannya ya biasa saja kalo saya bilang. So far, masakan Indonesia memang paling kaya rasa🙂

3 thoughts on “Menikmati Masakan Timur Tengah di Gaza Mediterranian Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s