Membimbing Tugas Akhir

Membimbing tugas akhir merupakan salah satu tugas dari seorang dosen. Yap, di tingkat akhir mahasiswa/i biasanya memang diwajibkan membuat sebuah tugas akhir sebagai syarat kelulusan. Kemampuan seorang mahasiswa memang diuji dalam pembuatan tugas akhirnya. Maksudnya, bisa saja ketika kuliah dia menyontek sehingga mendapatkan IP yang bagus, tetapi mengerjakan tugas akhirnya lama. Tugas akhir biasanya dikerjakan secara mandiri, makanya itu menjadi acuan kemampuan akhir seorang mahasiswa.

Nah, biasanya mahasiswa itu terbagi dalam dua bagian : yang rajin & malas. Bisa jadi mahasiswanya itu cerdas, tetapi karena banyak pekerjaan sambilan akhirnya tugas akhirnya menjadi terbengkalai, atau memang kurang kemampuan tetapi masih malas akhirnya ya ngga selesai juga. Kalo memang mendapatkan mahasiswa yang rajin itu sangat menyenangkan karena kita dapat berbagi ide dan meminta mereka untuk menerapkan teori yang kita ajukan. Lalu kalo mahasiswanya malas gimana dong? Nah, ini yang paling susah sebenarnya. Saya terkadang bingung juga dengan mahasiswa yang malas itu, sebetulnya apa sih yang mereka kerjakan sehingga tugas akhir itu sangat lama selesainya? Saya menduga sebenarnya antara judul & kemampuan mungkin tidak seimbang. Judulnya mungkin terlalu tinggi sementara mahasiswanya tidak mempunyai kemampuan yang cukup untuk mengerjakannya.

Sebagai contoh, ada seorang mahasiswa yang sampai tingkat 4 masih belum menguasai programming. Akan tetapi, dalam tugas akhirnya dia mengajukan judul membuat sistem informasi xxx berbasis framework xxx. Sebetulnya ngga masalah mencoba sesuatu yang baru, yang mungkin bahkan belum dikuasai, karena faktor interested (ketertarikan). Tapi harus diingat konsekuensi ketika kita ingin mencoba sesuatu yang baru, kita harus menyediakan waktu & kemauan yang besar untuk belajar, karena belajar sesuatu yang baru itu tidaklah mudah, pasti banyak trial and error-nya. Disinilah biasanya juga muncul problem baru, mahasiswa biasanya tidak mempunyai daya juang yang tinggi. Ketika menemukan error dan mentok, akhirnya berhenti, padahal semakin lama dibiarkan ya jadinya semakin malas untuk dikerjakan. Ada mahasiswa angkatan 2008 yang mengambil bimbingan dengan saya 1 tahun yang lalu, tidak ada progress sama sekali, tidak pernah bimbingan, dan tidak pernah merasa bersalah. Kemungkinan mereka akan mengganti judul tugas akhir mereka dengan pembimbing yang lain.

Dan awal semester ini, ada setidaknya 8 orang angkatan 2008 yang meminta saya menjadi pembimbing mereka. Mau ditolak kasihan juga, mereka datang ke saya karena sudah ditolak oleh para dosen yang lain. Akhirnya saya terima dengan syarat bahwa tugas akhir mereka akan diselesaikan dalam waktu 3 bulan maksimal, apabila lebih dari itu maka saya diperbolehkan mengundurkan diri. Kalo ditanya pengennya, semua dosen pasti pengen punya mahasiswa bimbingan yang rajin & pintar, tetapi ya ngga semuanya rajin & pintar. Ada juga yang kurang pintar & malas, tapi apa ya yang kayak gitu juga ngga akan dibimbing? padahal mereka juga mahasiswa kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s