Membantu korban tabrakan

Semalam saya memasukkan mobil setelah pulang dari pertemuan lingkungan. Biasanya ketika saya memasukkan mobil saya menunggu kondisi jalan benar-benar sepi alias tidak ada kendaraan yang melintas jika ingin berbelok memasukkan mobil. Tadi malam ketika akan berbelok masuk rumah (kondisi rumah saya seberang jalan), saya melihat sepeda motor tapi dari arah kejauhan. Saya pikir mereka masih jauh, saya nyalakan lampu sein dan bersiap berbelok. Tanpa dinyana sebuah sepeda motor melintas dan ditabrak dari belakang.. brakkk!!! jatuhlah pengendara sepeda motor yang ditabrak dan motor meluncur sejauh 5m.

Saya pun bergegas memasukkan mobil dulu karena sudah banyak orang yang menolong. Selepas saya memasukkan mobil, ada seorang bapak menghampiri saya dan berkata, “coba dilihat dulu orangnya,pak”.  Lalu saya datangi korban kecelakaan tersebut. Terluka tapi ngga terlalu parah, lecet di sepanjang lengan, terkilir di salah satu jari, dan terkilir di pinggang nampaknya. Lalu saya minta pegawai saya untuk mengambilkan betadine & kapas, serta air minum supaya ngga shock. Saya tempelkan kapas berisi betadine ke luka-lukanya, sudah mirip dokter saja saya ini.. dan saya tungguin juga karena temannya juga mau datang. Tadinya saya menawarkan untuk mengantarnya pulang ke rumahnya yang kebetulan tidak terlalu jauh, tapi dia berkata bahwa temannya mau menjemputnya. Korban tabrakan menuturkan bahwa dia ngga melihat lampu sein saya, berjalan pada kecepatan tinggi, dan bingung mengambil keputusan apakah mau menyalip mobil atau ngga. Akhirnya ditabraklah dia dari belakang dari karena kagok, yang belakang juga sudah ngebut. Sebetulnya jika sudah melihat kendaraan itu ke tengah dan mau berbelok ke kanan, harusnya saliplah dari sebelah kiri. Tapi ini motor malah nyalip dari sebelah kanan, saya heran karena banyak juga yang seperti ini. Contoh lain adalah pada waktu kita nyebrang, ketika kita jalan menyeberang harusnya motor / mobil itu lewat belakang kita, tapi yang terjadi adalah mereka tetep ngotot lewat depan kita. Tata cara berkendara yang benar memang harus diperhatikan, karena terkadang disamping tidak (mau) tahu kita cenderung egois ingin jalan terus.

Akhirnya temen-temennya datang juga, ada 4 orang dengan dua motor.. wah, jangan-jangan ngajak ribut nih minta ganti rugi.. mereka menanyakan apa yang terjadi pada korban. Untung pada saat itu ada tetangga yang mengetahui kejadiannya dan membantu saya jadi penengah. Menerangkan apa yang terjadi, dan apa yang sudah saya lakukan untuk menolong korban. Teman-temannya mengerti dan mengucapkan terima kasih kepada saya saat membawa korban pulang ke rumahnya. Dari situ saya bersyukur, seandainya saya meninggalkan korban itu sendiri dengan lukanya mungkin ceritanya akan jadi berbeda. Bisa jadi saya didatangin temen-temennya dan dimintai uang ganti rugi, kalo ngga malah ribut, walaupun bukan saya yang salah. Tapi karena kejadiannya ada di dekat mobil saya, ya otomatis saya juga dibawa-bawa. Saya bercermin, seandainya saya yang mengalami kejadian itu seperti apa rasanya. Pasti ngga enak, udah sakit, kemudian dibiarin. Bisa bete, dongkol, lalu ngajak ribut. Kebaikan memang selalu berbuah kebaikan.

One thought on “Membantu korban tabrakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s