Rezeki itu…

Pernah suatu waktu telepon saya berdering, saya masih ingat waktu itu saya sedang tidur, dan saya melihat bahwa nomor si penelepon tidak saya kenal, akan tetapi saya jawab saja teleponnya. Ternyata, yang menelepon adalah salah satu rekan saya di kampus. Beliau diberi tahu nomor handphone saya dari temannya, yang teman saya juga, namanya Budi. Singkat cerita saya ditawarin untuk menjadi instruktur pelatihan dan saya menerimanya. Namun, dua hari sebelum pelatihan berjalan saya ditelepon kembali bahwa pelatihannya dibatalkan karena sesuatu hal.. belom rezeki kali ya..

Suatu hari, saya bertemu Budi di kampus. Dia bertanya apakah saya sudah ditelepon oleh temannya itu. Dia mengatakan bahwa dia memberikan rekomendasi dua nomor, nomor yang pertama ditelepon tetapi ngga diangkat. Akhirnya diteleponlah saya, dan saya angkat. Ohh.. ternyata itulah asal muasalnya ada teman saya yang menelepon. Mungkin memang rezeki saya karena orang yang pertama tidak mengangkat telepon. Walaupun pelatihannya tidak jadi, paling tidak saya dapat kenalan baru.

Dua minggu yang lalu, saya bertemu teman saya yang dulu menawarkan pelatihan. Dia sedang butuh lagi orang untuk menjadi instruktur pelatihan design grafis di Bandung. Saya ditelepon Jumat dan sedang berada di Jogja saat itu tetapi saya iyakan saja dulu. Saya langsung menyiapkan bahan dan mencari asisten yang bisa membantu saya dalam pelatihan itu karena pelatihan akan dilaksanakan hari Selasa – Kamis. Pelatihan design grafis berjalan dengan lancar. Pada suatu ketika, salah seorang peserta mengeluh karena agak susah mengoperasikan tools yang dipakai, dan saya candain saja dia, “Mbak, kalo susah ngolah gambar sendiri, dilempar aja ke saya ordernya. Saya siap mengerjakan kok”. Ternyata dia menanggapi guyonan saya itu, dia berkata bahwa kalo saya berminat untuk ngerjain proyek-proyek design grafis saya harus punya CV dan mengajukan penawaran.

Akhirnya selepas pelatihan saya, saya kontak lagi mbaknya, yang kebetulan bekerja di salah satu perusahaan BUMN. Hari Senin yang lalu saya menanyakan prosedur beserta syarat untuk mengajukan diri sebagai vendor, dan Selasa saya ditelepon untuk melakukan presentasi di Jakarta dan membuat penawaran untuk sebuah pekerjaan design grafis. Akhirnya berangkatlah saya kemarin Rabu ke Jakarta untuk melakukan presentasi dan menyerahkan penawaran. Mudah-mudahan sih diterima..

Buat saya rezeki itu bisa datang darimana saja, dan kita ngga tau kapan rezeki itu datang, lewat siapa, dan bagaimana caranya. Rezeki itu, mau besar atau kecil, susah didapat atau mudah, wajib hukumnya untuk diterima. Kita ngga tau Tuhan akan memberi kita yang mana, tapi kita tahu bahwa kita harus menerimanya. Kalau menurut anda, rezeki itu… ?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s