Backpack ke Krakatau

IMG_6617

Akhir bulan yang lalu saya dan Mawa menyempatkan diri untuk pergi ke Krakatau. Dari hasil survei traveling akhirnya kami memutuskan untuk ikut travellokalindo yang harganya cukup terjangkau. Agak was-was juga sih ikutan travelnya, soalnya lokasi agen travelnya ada di Jakarta dan kita langsung ketemu di meeting point yakni di Merak sebelum keberangkatan. Kebayang kan kalo sudah sampe Merak ternyata ga ada siapa-siapa?😀 untungnya semua berjalan dengan lancar dan terkendali. Perjalanan kami dimulai dari terminal Leuwipanjang, naik bis Arimbi yang langsung jurusan Merak. Murah juga sih harganya, hanya 60rb AC eksekutif😀 (kalo sekarang setelah BBM naik jadi 70rb).

Kami berangkat pukul 16.00 dari Bandung dan tiba di Merak pukul 23.00, habis waktu di jalan gara-gara macet😦 Setelah menunggu rombongan lain, akhirnya kami menyeberang ke pelabukan Bakauheuni sekitar pukul 01.00. Tiket penyeberangannya sih cukup murah sekitar 11.500, tapi ternyata tempat duduknya sangat tidak nyaman. Nah, kalo kita ngga suka kita bisa upgrade tempat duduk menjadi lesehan yang ber-AC (upgrade kok malah jadi lesehan?) dengan menambah 8000 sahaja. Akhirnya kami memutuskan untuk pindah ke lesehan karena ingin merebahkan diri beristirahat. Saran saya sih, kalo memang nantinya mau menyeberang langsung aja upgrade ke lesehan dan cari tempat di ruangan yang kosong, soalnya tambah lama tambah rame dan sesak, akibatnya kita ngga bisa lagi dapet spot untuk berbaring.

Kapal merapat sekitar pukul 06.00, kami langsung menuju ke dermaga Canti naik angkot yang sudah tersedia. Buat yang biasa di Jawa, harus tahan napas dan jantung saat naik angkot! karena sopirnya super duper ngebut sodara-sodara! tapi anehnya walau ngebut ada juga teman rombongan kami yang sempet-sempetnya masih tertidur. Usut punya usut ternyata mereka masih teler akibat efek obat anti mabok. Di dermaga Canti kami ganti pakaian, naik kapal kemudian langsung snorkling. Tanpa tidur dulu langsung snorkling?? yup. Langsung tancap ga istirahat dulu.

Dermaga Canti

Dermaga Canti

Selepas snorkling akhirnya kami merapat ke pulau Sebesi. Nah, pulau ini yang biasanya digunakan sebagai tempat menginap bagi para backpacker seperti kita. Pulaunya masih ramah, pun penduduknya. Namun jangan mengharapkan kemewahan ketika berada di sini karena semua serba ala kadarnya. Di sini tidak ada yang namanya hotel, jadi kita menginap di rumah-rumah penduduk. Kalo dapet yang bagus ya syukur, kalo dapet yang biasa ya nasib😀 Kita makan biasanya di pendopo yang cukup besar dengan menu yang seadanya, ditambah lagi listrik hanya menyala dari jam 18.00 – 00.00. Jadi spontan ketika tengah malam tiba suasana langsung menjadi gelap gulita. Di sini bener-bener kerasa aroma backpacknya, karena semua serba sederhana.

Pendopo tempat makan

Pendopo tempat makan

Selepas makan siang, kami langsung menuju rumah penduduk untuk mandi dan beristirahat sejenak. Lumayanlah bisa tidur. Kebetulan saya dan Mawa ikut agen travel yang pesertanya tidak terlalu banyak sekitar 21 peserta dan kami dapet rumah yang hanya bersisi 10 orang, jadi lumayan lega. Ada yang satu rombongan sekitar 50 orang dan dibagi ke dalam 5 kamar, kebayang kan sumpeknya? Sore hari, kami kembali pergi untuk snorkling dan menikmati indahnya matahari terbenam di pulau Umang. Nah, di pulau Umang ini si Mawa ngga mau turun langsung alasannya takut basah karena ga bawa baju ganti. Akhirnya, mirip seperti putri raja yang digendong oleh sang Pangeran, turunlah dia ke pulau Umang sambil digendong di pundak saya..ckckck..  Selepas sunset kami kembali lagi ke penginapan dan melanjutkan acara malam.

Sunset di pulau Umang

Sunset di pulau Umang

Pagi-pagi pukul 02.30 kami semua dibangunkan karena kami harus menuju Gunung Krakatau dan mengejar matahari terbit. Perjalanan dari pulau Sebesi ke Krakatau memakan sekitar 1.5 jam perjalanan dengan kapal. Kami sampai di sana pukul 06.00, jadi masih ada waktu untuk melihat matahari terbit. Jangan dibayangkan bahwa Krakatau ini gunung yang sangat tinggi seperti Merapi, Lawu, atau Bromo. Kita hanya mendaki sampai pundaknya saja, jadi hanya sekitar 150m dari dasar. Kalau jalan cepat, pendakian bisa ditempuh sekitar 20-30 menit. Tapi kalo jalan santai sekali kita bisa menempuhnya selama 40-50 menit. Pokoknya ngga terlalu tinggilah, medannya juga banyak pasir dan cukup landai jadi ngga terlalu banyak menguras tenaga. Bagian atas Krakatau masih aktif dan menyemburkan asap. Kalau kata penjaganya sih hampir tiap hari ada batuan yang melayang dari atas gunung karena hampir tiap hari selalu meletus walau mungkin minor.

Selepas dari Krakatau kami sebenarnya ingin snorkling di Lagoon Cabe yang konon banyak nemo merahnya tapi ternyata cuaca hari itu tidak memungkinkan, akhirnya dialihkan ke tempat yang biasa aja untuk mengisi waktu. Selepas snorkling kami kembali lagi ke penginapan, mandi, makan, istirahat dan pulang. Backpack memang lumayan seru, karena yang ini bener-bener tinggal di rumah penduduk. Saya sendiri susah tidur karena hawa sangat panas walaupun sudah tidur di lantai. Saya bertemu dengan teman-teman yang kebanyakan dari Jakarta, mereka juga hobi bepergian ke berbagai tempat. Travelling nampaknya sekarang sudah menjadi bagian dari gaya hidup baik kaum metropolitan maupun kaum urban.

Ada satu hal yang menarik saat sedang berada di pulau Umang. Ada tiga orang bule cewek yang cukup cantik yang ikut serta dalam trip ke Krakatau. Tiba-tiba ada satu orang yang meminta mereka jadi model, akhirnya mereka difoto jeprat-jepret. Selepas itu, ada juga pemuda yang ingin foto bareng cewek-cewek itu nampaknya, dia menawari mereka rokok. Nah, selagi mereka mau merokok berdirilah pemuda tersebut diantara cewek-cewek itu tadi dan berfoto bersama bule itu. Si bule mau nolak mungkin juga sungkan akhirnya mereka foto-foto bareng dan makin lama makin banyak orang yang ikut berfoto bersama..ahh.. dimana-mana bule emang superior ya? coba kalo kita di Eropa gitu, rasanya ngga ada bule yang mau foto ama kita😀 Sekarang sedang tren juga wisata dengan budget yang tidak terlalu tinggi, namun yaitu tadi kita harus pintar-pintar milih agen travelnya. Kalo bisa sih ikut travel yang tidak terlalu banyak pesertanya, jadi lebih nyaman dan lebih akrab.

Saya dan Mawa keluar dari pelabuhan Merak pukul 21.00, dan untungnya langsung dapat bis ke Bandung. Fiuhhh,,perjalanan yang melelahkan namun menyenangkan. Kapan lagi mau backpack kalo bukan sekarang?

IMG_6624

5 thoughts on “Backpack ke Krakatau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s