Salah menyebut

Dulu,,dulu sekali saat saya masih kuliah. Saya pernah makan bareng teman di sebuah warung kaki lima di suatu malam. Kalo di Jogja itu banyak banget warung kaki lima, apalagi kalo di kompleks yang dekat sama kampus. Waktu itu saya makan di daerah Babarsari, Jogjakarta. Nah, pas lagi asyik-asyiknya makan ada pengamen datang menghampiri kami. Kebetulan pengamennya waria, dan kebetulan juga saya tidak punya receh. Jadi pas pengamen itu minta uang, saya menolaknya dengan halus.. bahkan dengan halus sekali sampai saya salah menyebut😦 tahu ngga apa yang saya katakan sama pengamen itu?

Pengamen : permisi,mas..

Saya             : (lagi asyik makan, tangan belepotan) spontan menolak dan berkata.. Ngga ada,mas!

Pengamen : merasa tersinggung dan mendekati saya,, apa?

Saya             : uuppsss.. Tuhan, saya salah menyebut! Lalu dengan muka ditekuk saya ulangi lagi 

                         perkataan saya.. maaf, ngga ada,mbak!

Pengamen : nah, gitu dong! sambil kemayu gitu..

Kontan saja teman-teman saya tertawa terbahak-bahak, konyol sekali rasanya melihat mukaku itu ditekuk karena salah menyebut pengamen itu😀 Lha, asumsi saya pengamen waria itu kan masih cowok makanya saya panggil dia mas. Tapi ternyata persepsi saya berbeda dengan dia, pengamen itu pengen dipanggil mbak.. hahahaha.. ada-ada saja.. untung pengamen itu tidak terlalu tersinggung dan melakukan hal yang macam-macam. Malu juga kan kalo ribut sama bencong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s