Mencari Partner

Mencari teman itu mudah. Bawa saja Chivas Regal satu botol + rokok, maka kamu akan mendapat teman untuk berbagi. Tapi, begitu chivas regal + rokoknya habis biasanya semuanya pada pergi. Namun, ketika kita ngobrol sembari minum dan merokok ada satu atau dua orang baru yang ternyata klop dan tidak ikut pergi seperti orang lain ketika minuman sudah habis. Mungkin saat itulah kita mulai menemukan partner, teman seperjuangan, yang mau dan mampu saling menguatkan serta mendukung visi kita.

Saya pernah mendapat pelajaran, bahwa dalam suatu pekerjaan ketika kita berhasil menemukan orang yang tepat maka kita telah menyelesaikan 80% pekerjaan kita. Ada juga yang berpendapat bahwa taruhlah orang yang tepat di dalam bus, taruhlah orang yang tidak tepat di luar bus. Banyak hal harus dimulai dari memilih orang yang tepat, partner yang tepat, yang satu visi dengan kita. Memang tidak mudah, butuh waktu yang cukup lama sudah gitu dapetnya juga ga banyak, Tapi percayalah kalo kita bisa mendapatkan partner yang sevisi dengan kita, segala akan menjadi lebih mudah. Banyak energi yang dapat difokuskan untuk hal yang lebih bermanfaat.

Pernah saya membuat produk dengan 3 orang teman, tapi ternyata yang bisa diajak kerjasama hanya 3 orang. Itupun sebenarnya 1 orang masih ada ketergantungan dengan yang susah diajak kerjasama. Alhasil, hanya saya dan satu teman yang merasa klop. Bayangkan kalo ada 1 orang yang susah diajak kerjasama, semua jadi harus menunggu. Dari pelajaran kerjasama itu, saya dapat 1 orang partner. Pernah juga saya mengajak rekan dosen riset bersama tentang pengolahan citra, akan tetapi rekan saya meminta saya jalan dulu aja risetnya padahal saya butuh teman sharing untuk diskusi tentang berbagai macam hal. Belum lagi untuk urusan yang berbau uang, wahhhh…. itu lebih susah lagi mencari partner yang cocok. Setiap orang mau uang, tapi tidak setiap orang mau pekerjaan😀 pusing kalo sudah mikirin yang seperti itu.

Maka dari itu, mencari partner memang susah-susah gampang. Susah karena kita harus selektif, tidak semua orang bisa diajak bekerjasama. Tapi mudah untuk melaksanakan berbagai macam hal jika kita sudah punya partner yang seide, semisi, bahkan sevisi. Karena kalo sudah klop, semua urusan itu tidak hanya semata-mata tentang uang tetapi tentang perjuangan, tentang bekerjasama, tentang toleransi, dan tentang penghidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s