Warung Nasi Pedas Ibu Andika

nasi-ibu-andika

Kami bingung mencari tempat makan yang khas saat berada di Bali beberapa waktu yang lalu. Akhirnya, Mawa browsing via internet dan menemukan tempat makan yang lumayan terkenal yakni nasi pedas Ibu Andika. Kami pun meluncur dari daerah Poppies Lane untuk mencari makan, kami menyusuri jalan raya Kute yang cukup ramai tetapi tidak dapat menemukannya😦 Beberapa kali bolak-balik akan tetapi tidak jua menemukannya. Saya sempat bertanya kepada beberapa orang di sana tapi tetap saja mereka menjawab tidak tahu (kadang bete juga kalo nanya baik-baik dan dijawab seenaknya, walaupun mungkin memang tidak tahu. Tapi orang Bali kadang memang seperti itu) Akhirnya dalam keadaan capek, Mawa mengeluarkan clue-nya bahwa kalo ngga salah letaknya ada di dekat Joger.

Hufffffhhh…langsung saja saya mencak-mencak sama dia @#$!^ Kenapa ngga dari awal coba? kalo dari awal ngomongnya Joger kan sudah jelas apa yang dicari. Langsung saja saya tanya orang-orang arah Joger itu dimana. Sempat juga kami kesasar karena salah tanya sama tukang parkir. Tukang parkirnya sudah tua dan seenaknya saja menjawab..grrrhhh.. tukang parkir menunjukkan jalan yang salah akhirnya kami harus putar arah. Untungnya saya bertemu dengan mbak-mbak yang tau letaknya Joger, ngga jadi kesasar deh. Letak warung makan ini memang di depan Joger, di deretan ruko-ruko yang jualan oleh-oleh.

Kami masuk dan ternyata ruangannya memang cukup besar dan ramai. Kita mengantri bak orang mengantri sembako, nasi dan sayurnya ngga boleh ngambil sendiri😀 pelayannya banyak, setelah mengambilkan nasi mereka memandu kita untuk memilih lauk beserta sayur yang akan dipake. Saran saya jangan terlalu banyak sayur karena harganya nanti akan semakin mahal, selain itu pasanglah wajah yang paling memelas, seperti orang sudah tiga hari tidak makan, supaya kita dapat banyak sayur tapi dengan harga yang cukup murah..hehehehe.. karena pelayan itulah yang menentukan harga makanan yang sudah kita ambil.

Pilihan sayur

Pilihan sayur

Saya dan Mawa hanya mencoba sedikit sayur karena belum tau harganya berapa. Mawa memilih lauk terong balado, bakwan jagung, dan sayap. Semuanya dihargai Rp 13.000. Sementara saya hanya memilih paru dengan sayur tahu, semuanya dihargai Rp 10.000. Ngga tau sih ini harganya mahal apa murah. Tapi yang jelas rasa masakannya memang hanya asin dan pedas, sama sekali tidak ada rasa manisnya. Jadi siap-siaplah minum yang banyak kalo anda memang ternyata bukan penikmat masakan pedas.

menu pilihan Mawa

menu pilihan Mawa

menu pilihan saya

menu pilihan saya

Kalo masalah rasa, terus terang buat saya rasanya standar. Hanya asin dan pedas. Selebihnya? tidak ada. Tidak ada yang istimewa dari rasanya. Hanya karena sudah terkenal jadinya orang-orang pada berbondong-bondong datang ke sini. Ditambah lagi letaknya yang memang strategis karena berada di depan Joger. Saat terakhir sebelum pulang ke Bandung, Mawa sempat membeli sebungkus nasi pedas di sebuah warung. Rasanya sangat nikmat, sungguh, dan harganya sangat mahasiswa, yakni Rp 10.000 sudah pake ayam, dada lagi!😀 Jadi saya dapat pelajaran dua kali tentang makanan di Bali, bahwa yang terkenal itu belum tentu enak. Terkadang masih lebih enak yang murah lho.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s