Menikmati dinginnya Kintamani

2012-12-29-13.57.35

Indah, nikmat, dan sejuk. Itulah yang kurasakan saat sampai di sekitaran Kintamani. Perjalanan yang cukup lama dari Kuta terbayar sudah. Saat itu pada awalnya ngga ada bayangan mau ke Kintamani, tadinya saya dan Mawa hanya mau melihat monyet. Tapi karena saya malas, akhirnya kita putar arah menuju Kintamani. Perjalanan Kintamani yang ditempuh dari Kuta memang cukup jauh, kita harus lewat Ubud dulu. Ketika di Ubud, kami menyaksikan sesuatu yang berbeda dengan di Kuta. Ubud seperti sebuah kompleks kota lama yang tidak terlalu ramai. Berbeda dengan di Kuta, bule-bule di sini juga lebih rapi dan sopan. Tapi memang kebanyakan orang tua, jadi mungkin pas buat mereka karena udaranya yang sejuk serta tidak terlalu ramai dan minim kebisingan.

Sesampainya di Ubud kami juga menemukan apa yang selama ini dicari, yakni Babi Guling Ibu Oka. Tapi karena sebelumnya baru makan babi guling akhirnya kami urungkan niat itu. Selepas dari Ubud, kami melewati pesona wisata terasering yang ramai dikunjungi oleh bule-bule. Aneh juga, di desa saya juga banyak terasering jadi bukan sebuah hal yang aneh lagi tapi kayaknya itu jadi objek wisata yang menarik buat para bule.. Mungkin karena di luar negeri ngga ada tanah berundak kayak gitu😀 Makin lama jalanan makin menanjak dan udara mulai menjadi dingin. Rasanya ya kayak di Lembang atau Kaliurang gitu sampai akhirnya kami tiba di Kintamani.

Jalan masuk ke Kintamani lumayan macet saat itu karena banyak kendaraan yang lalu lalang naik dan turun. Memang pemandangannya sangat indah banyak juga restoran yang terletak persis di depan Kintamani jadi kita bisa memandang dengan leluasa, tapi ya harus minimal minum di restorannya itu, dan pasti harganya lumayan😀 Kami memutuskan untuk menelusuri jalan, dan berhenti sejenak untuk foto-foto. Nah, kalo ke Kintamani cobalah hari yang sepi karena biasanya penjual souvenir mau menawarkan dagangannya dengan sangat murah. Sewaktu kami lagi foto-foto, datanglah seorang penjual kaos Bali. Ibu itu mulai menawarkan kepada kami, kaosnya 150rb/5 biji. Kami diam aja dan menolak dengan halus karena memang awalnya ngga pengen beli kaos, tapi tiba-tiba penawaran si Ibu itu menurun. Lagi-lagi ibu itu menawarkan kaosnya seharga 125rb/5 biji, terus turun lagi 100rb/5 biji, karena kami masih diam saja harganya turun lagi 60rb/5 biji dan akhirnya jadi Rp 50rb/5 biji. Kalo sudah segini, akhirnya kami tergoda dan membeli 5 buah kaos😀 bayangkan yang tadinya ditawarkan 30rb jadi 10rb.

Danau Batur

Danau Batur

Tadinya kami mau melanjutkan perjalanan sekalian ke danau Batur, tapi apa daya karena bensin sudah tinggal setengah akhirnya kami urungkan niat untuk berwisata ke danau Batur😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s