Backpack ke Bali

IMG_5463

Akhir tahun menjadi saat yang menyenangkan sekaligus mendebarkan bagi saya dan Mawa. Apa pasal? Kami berdua merencanakan untuk backpack ke Bali di akhir tahun, hotel sudah dipesan dari bulan November serta tiket pesawat sudah dipesan dari awal Desember untuk tanggal 26 Desember 2012. Hanya saja, ada pengumuman yang mengejutkan dari salah satu kuliah yang saya ambil. Awalnya untuk kuliah tersebut ada dua opsi, yakni membuat paper atau mengikuti ujian akhir. Karena saya malas mengikuti ujian akhirnya saya memutuskan untuk membuat paper. Akan tetapi paper saya ditolak, dan diberi kesempatan untuk merevisi. Akhirnya saya merevisi karena kalau saya harus ikut ujian, saya akan kehilangan tiket pesawat saya. Saya berangkat tanggal 26 Desember dan ujian baru dilaksanakan tanggal 27 Desember.

Saya berusaha keras untuk membuat paper saya lebih baik lagi dan mengirimkan kembali kepada asisten dosen. Pengumuman hasil revisi dijanjikan hari Senin, 24 Desember 2012 akan tetapi tiada kabar beritanya sampai tanggal 25. Akhirnya tanggal 26 Desember, saya beranikan diri untuk menemui dosen mata kuliah saya itu. Dari beliau saya mendapat informasi bahwa ada beberapa mahasiswa yang lulus revisi paper tetapi beliau tidak tahu siapa saja mahasiswanya. Akhirnya saya SMS ke asisten dosen yang mengkoreksi tugas paper saya, akan tetapi tidak dibalas-balas. Lama sekali rasanya menunggu, sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 12.30 saat ada SMS masuk yang memberitahu bahwa saya lulus! horeeee…rasanya seperti terbang mengelilingi rasi bintang ke tujuh bertemu bidadari paling cantikk…

Selepas itu, saya langsung menghubungi Mawa untuk siap-siap karena kita akan berangkat ke Bali. Selesai urusan kampus saya langsung pulang ke rumah. Kita berangkat ke bandara pukul 14.30, sesampainya di sana ternyata Mawa lupa membawa tiket yang sudah diprint (ohhh..my God! untung tidak lupa membawa uang) untung Mawa membawa laptop, e-tiketnya masih ada di dalam laptop. Saya mencatat nomor bookingnya lalu meminta pegawai di bagian loket lion air untuk mencetak ulang tiket kami. Pukul 16.30 kami pun lepas landas meninggalkan Bandung tercinta😀

Kami sampai di Bali pukul 19.30-an. Belum ada hotel  yang dipesan, belum ada motor yang dipesan. Semua serba mendadak, mengikuti kondisi yang ada🙂 sembari tetap berdoa kepada Tuhan. Pertama-tama yang saya lakukan mencari rental motor, akan tetapi semuanya penuh😦 masa ke Bali ga dapet transportasi? ga bisa kemana-mana dong? Akhirnya kami putuskan untuk keluar dulu dari Bandara dan mencari hotel. Keluar Bandara kami menyusuri jalan hanya berbekal peta, tujuan kami hanya satu mencari penginapan yang cukup murah sesuai kantong untuk malam itu karena keesokan harinya kami sudah mendapat penginapan. Lapar karena berjalan kaki, akhirnya kami memutuskan untuk makan dulu di sebuah warung. Saya pesan ayam goreng tanpa nasi + tahu + tempe seharga Rp 10.000! Ada juga nasi goreng yang harganya hanya Rp 7000! wew..di Bali ternyata tdak semuanya mahal..

Selepas makan, kami melanjutkan perjalanan sembari berjalan kaki karena kami adalah backpacker!😀 Saat itu kondisi hujan rintik-rintik di Bali. Kami menyusuri jalan Dewi Sartika, Kartika Plaza, hingga sampai di Kuta. Dari Kuta akhirnya kami masuk ke Poppies Lane II, tempat yang paling termashyur untuk mencari penginapan yang murah, plus bertemu dengan bule-bule yang kantongnya juga pas-pasan😀 Namun kebanyakan penginapan di sana juga sudah penuh. Desperate juga, karena sudah jalan jauh, capek, barang bawaan berat, dan masih belum dapat penginapan. Namun, Tuhan kasihan juga melihat kami. Kami menemukan penginapan yang masih menyediakan kamar kosong dengan harga yang cukup terjangkau Rp 125.000/malam. Karena sudah malam, akhirnya kami mengambil satu kamar untuk satu malam. Fiuhhhh…lega juga bisa mendapatkan penginapan..

Hotel tempat menginap pertama kali

Hotel tempat menginap pertama kali

Bali memang memikat, kami datang ke sana ala backpacker dan menghabiskan lima hari untuk menikmati Kuta Bali. Menikmati sunset di Jimbaran, sunrise di Sanur, seafood di Kedonganan, jatuh ke karang di Tanah Lot, Denpasar Festival, Kintamani, hutan Mangrove, menyaksikan upacara Melasti, berkunjung ke pantai Padang-Padang (tempat syuting Eat, Pray, Love), pantai Blue Point, sampai DreamLand. Menikmati hotel dari tarif murah sampai mahal, serta kuliner yang menggoda. Satu hal yang salah adalah bahwa kami pulang di malam tahun baru😀 tepat ketika kami naik pesawat, kembang api mulai dinyalakan😦 tapi saya menikmati indahnya kembang api dari dalam pesawat.

Bali, nanti kami pasti akan kembali. Menikmati indahnya lembayung di langit Bali..

One thought on “Backpack ke Bali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s