Mengingat untuk mengumpulkan semangat

Beberapa hari ini saya sedang bosan dan jenuh. Bukan apa-apa, tapi rasanya terlalu banyak hal yang harus dikerjakan & saya harus berlari dengan cepat sehingga sedikit waktu untuk beristirahat sejenak. Yap, berlari terlalu cepat tanpa berhenti memang melelahkan, apalagi kalau jalan yang ditempuh juga lumayan panjang kan? Tidak sengaja saya kemarin membaca sebuah buku yang di dalamnya ada cerita mengenai bagaimana si penulis bangkit dari keterpurukan hidupnya. Bagaimana caranya? ternyata salah satunya adalah dengan mengingat. Bagaimana bisa mengingat menjadi salah satu cara untuk bangkit dari keterpurukan dan memulai hidup yang penuh dengan semangat kembali?

Mengingat bisa dilakukan untuk mengumpulkan kembali energi-energi dan semangat yang telah lama luntur. Ada kalanya memang kita harus berhenti sejenak untuk mengingat. Apa yang bisa kita ingat? kita bisa mengingat berbagai macam hal yang sudah kita lakukan sebelumnya hingga kita menjadi seperti saat ini. Pasti ada kan? Saya merasakan bahwa kurva hidup saya meningkat dari awal kuliah hingga sekarang. Pada saat saya berpikir bagaimana masa depan saya nanti, ketakutan itu selalu menghantui dan akhirnya hanya membuat saya menjadi tidak fokus akan apa yang sebaiknya saya perbuat. Lalu, saya mengingat kembali bagaimana kurva hidup saya itu meningkat dari waktu ke waktu. Bagaimana saya selalu bisa mendapatkan apa yang saya inginkan, walaupun itu perlu waktu. Ingatan itu akhirnya membawa kepada sebuah kesimpulan bahwa saya tidak perlu mengkhawatirkan masa depan saya, karena kurva hidup saya pasti akan selalu meningkat yang akhirnya bahwa ke depan hidup saya akan semakin sukses.

Kala kita sedang marah dengan pasangan, ingatlah apa yang telah dia perbuat untuk mengubah hidup kita. Ketika sedang merasa sedih, ingatlah peristiwa yang bisa menguatkan dan membuat kita kembali tertawa. Hidup kita itu penuh dengan banyak hal, penuh dengan petualangan dan pengalaman. Makanya Tuhan memberikan kita memori untuk menyimpan kenangan-kenangan itu. Manfaatnya untuk apa? ya untuk dibuka lagi sewaktu dibutuhkan. Mengingat menjadi salah satu bentuk refleksi dan relaksasi bagi pribadi kita. Saya pernah membaca, bahwa dibalik kesuksesan orang Jepang ada satu hal yang menarik, yakni bahwa dalam satu tahun mereka bekerja sedikitnya mereka akan meluangkan waktu satu bulan untuk rekoleksi. Mengumpulkan kembali berbagai macam semangat, bisa dengan mengingat prestasi atau hal besar yang pernah diraih. Setelah rekoleksi, biasanya muncul semangat baru, harapan baru untuk melakukan berbagai macam hal yang baru.

Jadi, kalo kita sedang berada pada kondisi yang tidak menyenangkan, apa pun itu. Cobalah untuk mengingat berbagai macam hal positif yang pernah terjadi pada diri kita. Kalo kita tidak bisa mengingat secara langsung, kita bisa berinteraksi dengan berbagai macam benda yang bisa membantu kita mengingat kembali. Bisa foto, buku, album atau apapun itu. Blog ini juga saya tulis sebagai sarana untuk menceritakan kisah – kisah apa yang pernah saya alami🙂 semoga bisa saya tulis sampai saya nanti jadi kakek-kakek..hehehe.. jadi cucu saya bisa membaca kisah hidup kakeknya dari blog ini. So, janganlah membiarkan semua hal yang terjadi pada kita itu berlalu begitu saja, khususnya hal yang positif, tetapi simpanlah itu di dalam memori otak kita supaya bisa kita buka sewaktu kita membutuhkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s