Semua sudah diatur

Berangkat dari blogwalking ke blognya pak Armein, di situ beliau menulis bahwa segala sesuatu yang diciptakan itu memiliki tujuan. Apa pun itu. Baik tujuan buruk maupun tujuan baik. Kalo semuanya baik kan tidak ada yang baik to? begitu pula kalo semuanya buruk berarti tidak ada yang buruk. Makanya supaya seimbang pasti ada yang baik dan yang buruk. Nah, saya ingin menambahkan bahwa selain kita diciptakan untuk tujuan tertentu, kita juga diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut. Langkah demi langkah kita nampaknya sudah ditentukan sesuai tujuan kita diciptakan.

Saya masih ingat pertama kali saya datang ke Bandung waktu liburan sekolah dulu. Pertama kali saya datang dan merasakan udaranya yang dingin, saya berucap dalam hati..”ini adalah kota yang sangat nyaman..“. Dan saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akhirnya menetap di Bandung. Selepas SMA saya tidak melanjutkan studi ke Bandung, tetapi ke Jogja, di PTN yang terkenal di sana, karena teman – teman lebih banyak sekolah disana dan lebih dekat dengan rumah🙂 Tadinya saya berpikir bahwa selesai kuliah saya akan melanjutkan studi lanjut atau bekerja di luar pulau untuk mendapatkan pengalaman baru. Namun ternyata Tuhan memang sudah menyiapkan saya untuk berkarya di Bandung.  Saya berkenalan dengan Mawa yang berasal dari Bandung dan jatuh cinta dengan dia🙂

Akhirnya selesai kuliah, saya mencoba peruntungan dengan melamar di berbagai macam perusahaan. Mulai dari perusahaan nasional dan multinasinal yang terkenal, hingga perusahaan kecil yang tidak terkenal. Dan semuanya tidak menerima saya!😦 bayangkan kalo anda lulusan perguruan tinggi terkemuka, dengan IP yang sangat baik, namun tidak diterima di manapun..hiks..hiks.. Lalu saya mencoba melamar sebagai dosen di sebuah PTS di daerah Dipati Ukur. Saya dipanggil oleh PTS tersebut untuk wawancara. Namun ternyata saya lagi – lagi tidak diterima. Saya merasa galau, heran, dan bingung. Ketika saya masih kuliah, saya sudah bekerja dan rasanya ketika saya melamar pekerjaan dimana pun saya langsung diterima. Tetapi mengapa ketika saya sudah lulus kuliah saya justru sulit mendapatkan pekerjaan? Apa yang Tuhan rencanakan terhadap saya?

Suatu waktu tanpa sengaja saya membuka email-email yang masuk di milis. Salah satu teman ada yang posting bahwa PTS yang cukup terkenal di Bandung yang ada di Dayeuhkolot membuka lowongan sebagai dosen parttime/fulltime. Ketika saya membaca posting tersebut dan melihat tanggalnya, saya tersadar bahwa ternyata batas pengiriman lamaran hanya tinggal 3 hari lagi! Saya membaca lowongan tersebut Jumat sore dan lamaran terakhir diterima hari Selasa minggu depannya! Wew..apa yang harus saya lakukan? Saya langsung menyiapkan berbagai macam syarat yang dibutuhkan untuk mengejar sisa waktu yang ada, antara lain : surat rekomendasi dosen pembimbing dan legalisir ijazah serta transkrip. Rekomendasi dari dosen pembimbing bisa saya dapatkan pada hari Sabtu. Tetapi saya tidak mempunyai legalisir ijazah dan transkrip😦 Senin pagi saya datang ke fakultas untuk meminta legalisir dan dengan memelas saya berharap bahwa legalisir tersebut bisa selesai sore harinya. Pada saat sore hari saya mengecek ternyata masih belum jadi😦 Akhirnya dengan nekad, saya hanya melampirkan fotocopy ijazah dan transkrip akademik yang tidak dilegalisir.

Hari sudah menunjukkan sore hari ketika saya mau mengirimkan lamaran saya. Karena berbagai macam kargo sudah ada yang tutup, akhirnya pilihan saya hanya jatuh ke JNE. Saya memberikan amplop cokelat yang berisi lamaran ke petugasnya, sebentar kemudian petugasnya berkata “ini sampainya bisa 4-5 hari,mas.”. Hah!?#@!Apa tidak bisa dipercepat,pak? Besok sudah sampai?, tanya saya. Petugas itu pun lalu menimpali, “ngga bisa,mas. Soalnya Dayeuhkolot lagi banjir, sekarang kan musim hujan, paling cepat juga 2-3 hari“..hufhhh..mau gimana lagi.. Akhirnya dengan pasrah saya kirimkan surat lamaran saya, padahal lamaran terakhir diterima maksimal keesokan harinya. Saya tidak berharap banyak waktu itu,, saya hanya berkata dalam hati bahwa saya sudah melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan. Sisanya biar Tuhan yang menentukan.

Tanpa diduga, hari Kamis saya mendapatkan email & telepon bahwa saya diundang untuk mengikuti test dan wawancara! Bagaimana mungkin saya bisa ditelepon padahal saya berpikir bahwa surat lamaran saya itu pasti telat datangnya? Saya pun tidak tahu, namun inilah yang sudah Tuhan perbuat bagi saya. Akhirnya saya mengikuti serangkaian testnya, dan pada akhirnya saya menerima berita bahwa saya diterima!

Dari salah satu pengalaman ini, saya merasa bahwa hidup saya memang diciptakan untuk tujuan tertentu. Tapi selain itu, Tuhan juga mengarahkan saya untuk mencapai tujuan yang Dia siapkan. Dan Tuhan selalu memberikan yang terbaik dalam segala rencana-Nya🙂 Saya memang belum menemukan sepenuhnya apa tujuan yang diamanahkan Tuhan kepada saya, tetapi saya selalu menanti kejutan-Nya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s