Wedding Organizer, perlukah?

Era pernikahan zaman sekarang merupakan eranya wedding organizer. Budaya sekarang berubah, banyak orang muda sekarang sibuk bekerja dari pagi hingga sore hari. Waktu keluar kerja hanya pada saat istirahat dan jam pulang kantor sehingga tidak bisa mempersiapkan pernikahannya. Dari situasi seperti itulah akhirnya wedding organizer dianggap membantu untuk meringankan beban mereka. Tetapi apakah wedding organizer itu memang diperlukan? Vendor wedding organizer pasti akan berkata kalo jasa mereka itu sangat diperlukan, sehingga tarif yang dipasang pun menjadi gila – gilaan menurut saya. Saya pernah ditawari jasa wedding organizer yang memberi tarif 9 juta rupiah untuk jasa mereka! Mahalkah? relatif sih, tapi buat saya itu cukup mahal🙂 karena bisa dimasukkan ke pos pengeluaran yang lain. Lalu bisakah pernikahan dilakukan tanpa menggunakan wedding organizer?

Jawabannya, BISA! Saya baru menikah bulan lalu, pernikahan berjalan dengan lancar dan sangat berkesan bagi saya secara pribadi. Apa yang membuatnya menjadi sangat berkesan? Bagi saya yang membuat berkesan adalah bahwa saya dan istri menyiapkan semua pernikahan kami sendiri. Ya, kami tidak menggunakan jasa wedding organizer karena kami ingin merasakan madunya menyiapkan pernikahan sembari menghemat anggaran pernikahan. Bayangkan kalo WO untuk hari saja memasang tarif 3 jt, hanya untuk resepsi! Buat kami 3 juta lebih baik untuk pos yang lain sehingga kami memutuskan untuk tidak menggunakan jasa WO. Persiapan memang dilakukan jauh – jauh hari karena kami tidak memakai jasa WO. Kami mulai mempersiapkan pernikahan kami 8 bulan sebelum hari H. Saat itu kami mulai mencari di koran, majalah, forum di internet, sampai ke facebook. Kami juga mulai masuk ke pameran – pameran pernikahan yang ada di kota Bandung, mulai dari yang ada di Graha Manggala Siliwangi, Harris Hotel, sampai ke Pusdai🙂 melakukan survei untuk berbagai keperluan pernikahan, mulai dari foto dan videografi, salon, gaun, jas, hiburan, kue pengantin, MC, dekorasi, kartu undangan dan tempat resepsi.

Untuk tempat resepsi, kami memilih hotel pada akhirnya. Mengapa? karena tidak perlu repot – repot mencari katering🙂 Selain itu pula hotel bisa membantu berbagai macam pernak – pernik yang kita butuhkan walaupun tidak banyak. Ketika saya menikah di Savoy Homann kemarin pihak hotel juga turut membantu dalam resepsi. Hotel juga menyediakan promosi yang harganya masih bisa dijangkau jika ingin lebih simpel dan tidak repot. Untuk vendor lain kami survei satu per satu, kami datangi ke tempat para vendor lalu mulai membandingkan harga yang ditawarkan oleh para vendor beserta dengan layanannya. Pada saat kami datang ke vendor, diskusi mengenai harga yang ditawarkan sembari menjelaskan budget yang kami punyai vendor biasanya berbaik hati untuk memberi diskon atau tidak memberi diskon tetapi memperbanyak fitur yang ada. Di sinilah saya pikir pentingnya kita calon pengantin untuk datang sendiri ke vendor, kita bisa berdiskusi banyak dengan vendor yang sudah berpengalaman dan kita juga bisa mendapatkan potongan atau tambahan fitur dari vendor🙂

Lalu apakah tidak ada konflik yang terjadi pada saat mempersiapkan pernikahan sendiri? Pasti, dan itu pasti akan terjadi karena kami sudah mengorbankan banyak hal. Waktu, tenaga, pikiran, perasaan untuk melaksanakan pernikahan kami. Saya dan istri saya juga demikian. Pernah suatu ketika pada saat masih mempersiapkan pernikahan kami bertengkat hanya karena hal yang sepele yakni undangan. Pernah juga kami bertengkar karena hanya saya yang lebih sering diminta melakukan negosiasi dan saya merasa capek. Akhirnya kami berdua bertengkar dan marah – marah🙂 Namun, di luar itu semua banyak sekali pelajaran yang kami terima. Dari perjalanan 8 bulan mempersiapkan pernikahan itu kami belajar untuk membangun komunikasi, menyelesaikan konflik, menjalin relasi, melakukan koordinasi, diskusi, tawar – menawar, dan banyak hal yang lain yang kami dapatkan. Beratnya mempersiapkan pernikahan ini juga membuat kami semakin mantap dalam menjalani pilihan hidup kami..kalo sudah tahu beratnya mempersiapkan pernikahan sendiri pasti akan mengerti mengapa kita menikah sebaiknya hanya satu kali. Berbagai macam hal yang saya sebutkan sebelumnya memang pasti akan terjadi dalam pernikahan kita, hanya mana yang lebih cepat. Kami memilih untuk memulainya dengan mempersiapkan pernikahan, sehingga setelah menikah rasanya kami lebih dewasa dalam menjalani hidup bersama. Dan, secara tak langsung kami juga tahu bagaimana caranya mempersiapkan pernikahan. Paling tidak kalo nanti suatu saat kepepet menjadi WO kami sudah punya pengalamannya🙂

Oya, satu lagi ketika kita mempersiapkan pernikahan tanpa menggunakan jasa WO, biaya yang kita keluarkan ternyata cukup hemat dengan berbagai macam fasilitas yang ada. Saya masih ingat ketika saya mencoba menggunakan jasa perantara untuk mengurus pencatatan sipil, biaya yang diminta adalah 1,3 juta! Saya pikir itu masih murah karena saya pernah melihat list dari sebuah WO untuk jasa pencatatan sipil mereka meminta 1,5 juta. Tapi akhirnya saya urungkan menggunakan jasa perantara dan memilih mengurus sendiri supaya mengerti tata cara untuk mengurus pencatatan sipil. Berapakah biaya yang saya keluarkan untuk melakukan pencatatan sipil? Hanya 500 ribu rupiah! ckckck.. gile ngambil untungnya. Kalo gitu saya jadi perantara aja apa yak?. hehehe… Saya juga mendapatkan potongan untuk dekorasi, MC, serta fotografi dan videografi.

Memang satu hal yang pasti menghantui adalah, bisa ngga ya nikah saya berjalan lancar tanpa bantuan WO? Pertanyaan itu juga yang menghantui saya ketika mempersiapkan pernikahan. Rasa pesimis itu ada bahwa nanti pernikahan akan berjalan secara amburadul🙂 Tapi ternyata semuanya bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan rundown yang dibuat oleh istri saya sendiri. Kuncinya hanya ada pengantin pria yang mengenakan jam tangan🙂 untuk mengarahkan acara – acara sesuai dengan waktunya.

Itulah pengalaman saya dan istri saya mempersiapkan pernikahan. Jika anda mempunyai waktu yang cukup dan banyak kerabat, saran saya persiapkan pernikahan anda secara mandiri dan dayagunakan kerabat anda, karena mereka pasti akan membantu dengan senang hati sekaligus menjalin tali silaturahmi. Mempersiapkan pernikahan memang berat, tetapi sangat bermakna dan memberikan pengalaman yang sangat berharga, yang tidak akan bisa kita rasakan ketika kita menggunakan jasa WO. Anggaran pernikahan juga bisa dihemat dengan tetap mendapatkan hasil yang kita inginkan dan kita puas. WO memang bisa membantu kita mempersiapkan pernikahan kita, tetapi kita sendiri yang tau mana yang terbaik untuk pernikahan kita! Maka, mulailah mengkonsep dan merancang pernikahan anda sendiri sekarang! Kalo sudah begitu, wedding organizer, perlukah?

3 thoughts on “Wedding Organizer, perlukah?

  1. Waaaa happy wedding ya!🙂
    Tulisan nya seru nambah wawasan tentang persiapan sebelum nikah, apalagi setting nya di Bandung jadi saya ngerti hehe *brb cari jodoh*😛

  2. Sebelumnya saya ucapkan Selamat buat mas & mb yg ud menikah, semoga menjadi kelg SaMaRa..
    klo menurut saya pribadi, WO itu bisa dikatakan perlu ato tidaknya, relatif dari kebutuhan kita, klo jaman sekarang ini, bukannya kita ngirit, ato mengalokasikan biaya biar lebih efisien & efektif, cuma WO itu lebih menjadi partner untuk calon mempelai, bukan hanya sekedar orang yang menggantikan mempelai & kelg pada saat resepsi, akad, dll, tp lebih ke arah sharing, ada beberapa hal yang sempat tidak terpikir, ato bahkan secara detail mempelai tidak sampai kesitu, misal, klo contoh katering, pesan paketan di hotel, untuk 1000 orang, pihak hotel pasti bilang itu “cukup”, tapi cukup disini dalam arti yg bagaimana? kuantitas? kualitas makanan? itulah mengapa WO tetap dibutuhkan, supaya mempelai bisa dengan tenang melaksanakan hajatnya, memang klo dibilang jasa WO koq mahal ya? menurut saya itu relatif, soal maha tidak itu mungkin kita bisa nego kali ya..
    mungkin sementara itu opini dari saya, apabila ada masukan, dengan senang hati bisa saya terima lewat email di neo.sm2010@gmail.com, ato comment di IG @neo.organizer
    Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s