Mobil Listrik Indonesia

Belakangan ini santer terdengar berbagai perguruan tinggi di Indonesia melakukan riset dan membuat prototipe mobil listrik. Bahkan pak menteri BUMN bersemangat untuk memproduksinya di tahun 2013 jika tidak ada kendala dengan menggandeng berbagai macam perusahaan negara. Rapat pembahasan mengenai mobil listrik ini pun tak tanggung – tanggung langsung dipimpin oleh bapak negara kita. Tapi apakah sesungguhnya kita sudah siap beralih dari kendaraan biasa ke mobil listrik? Continue reading

Advertisements

Wedding Organizer, perlukah?

Era pernikahan zaman sekarang merupakan eranya wedding organizer. Budaya sekarang berubah, banyak orang muda sekarang sibuk bekerja dari pagi hingga sore hari. Waktu keluar kerja hanya pada saat istirahat dan jam pulang kantor sehingga tidak bisa mempersiapkan pernikahannya. Dari situasi seperti itulah akhirnya wedding organizer dianggap membantu untuk meringankan beban mereka. Tetapi apakah wedding organizer itu memang diperlukan? Vendor wedding organizer pasti akan berkata kalo jasa mereka itu sangat diperlukan, sehingga tarif yang dipasang pun menjadi gila – gilaan menurut saya. Saya pernah ditawari jasa wedding organizer yang memberi tarif 9 juta rupiah untuk jasa mereka! Mahalkah? relatif sih, tapi buat saya itu cukup mahal 🙂 karena bisa dimasukkan ke pos pengeluaran yang lain. Lalu bisakah pernikahan dilakukan tanpa menggunakan wedding organizer? Continue reading

Kebebasan itu aneh

Iklan itu lumayan menggelitik, sama seperti poster yang tadi pagi saya lihat ketika akan melewati jembatan layang pasupati dari arah jalan Djundjunan. Salah satu kalimat yang menarik adalah “katanya aku bebas berekspresi, tapi selama rok masih dibawah lutut..hehehe.. iseng juga ini..

Kalo gitu apakah kalo posisi roknya kebetulan seperti ini juga bisa dianggap sebagai sebuah kebebasan?

Saya hanya pernah ingat kata – kata guru PPKn saya dulu waktu masih sekolah dulu. Bahwa pada dasarnya ketika kita berusaha untuk mendapatkan hak yang kita inginkan pasti kita mengambil hak orang lain juga. Begitu juga saya pikir tentang kebebasan, ketika saya mencoba untuk melakukan kebebasan yang saya inginkan pasti saya akan mengambil kebebasan milik orang lain juga kan? Contohnya : kalo kita berkendara di jalan raya secara bebas, sekehendak hati kita, ngebut dan belok kanan kiri maka kita juga mengambil kebebasan para pengendara lain yang ada di jalan.

Saya pikir bebas itu boleh tapi tetap dengan aturan. Karena tanpa aturan kebebasan itu akhirnya menjadi sesuatu yang menjemukan dan menjenuhkan. Bayangkan saja kalo dunia ini adalah dunia kebebasan tanpa aturan, apakah yang akan terjadi? tetap saja akan muncul aturan sendiri tanpa tertulis, yakni hukum rimba..nah lo.. Namun, perkara menyusun aturan itu memang jadi problem tersendiri karena menyangkut banyak hal dan kepentingan. Inilah yang selalu tidak mudah, bagaimana mengayomi berbagai macam kepentingan yang ada di setiap individu sesuai latar budayanya masing – masing.

Lalu, bagaimanakah anda memandang kebebasan?

Gambar diambil dari sini.