Untuk mudah maka harus susah

“Itu  memang hukum, bahwa untuk mudah maka harus susah”, begitu kata salah seorang dosen saya sewaktu sedang mengajar. Doktor dari Perancis itu memang orang yang cerdas, kalo menerangkan sebuah materi pasti bakal cerita kemana-mana lalu balik lagi ke materi lalu nyambung lagi dengan cerita yang lain, lalu balik lagi ke materi dst. Dijamin dua jam kuliah bisa terasa pusing🙂 Namun saya tertarik dengan kata – kata beliau, bahwa untuk mudah memang harus susah.

Kalo dipikir – pikir, benar juga sih adanya. Bagaimana kita bisa berenang apabila sebelumnya kita tidak bersusah payah untuk mengalahkan rasa takut terhadap air, takut tenggelam, dan tidak mau les berenang? Bagaimana kita bisa menjadi mahasiswa dengan IPK cumlaude jika tidak mau bersusah payah untuk belajar? Bagaimana kita bisa menjadi seorang yang ahli dalam pemrograman jika menemui sebuah masalah saja langsung menyerah dan berhenti belajar? (yang terakhir ini yang sering dialami oleh mahasiswa komputer..hehehe…) Seperti kata Naruto juga “There’s no shortcut to be hokage”, tidak ada jalan yang pintas yang dapat ditempuh. Semuanya harus melewati berbagai macam proses.

Nah, kalo begitu apakah belajar langsung harus menjadi bisa? Kalo menurut saya, belajar ngga harus langsung menjadi bisa karena toh nanti kita akan bisa dengan sendirinya. Contohnya ketika SD kelas I kita belajar membaca dan menulis, maka di kelas IV rasanya kita sudah bisa membaca dan menulis. Semuanya berjenjang dan bertingkat, rasanya masalah yang selalu menyesuaikan dengan level kita saat ini. Saya masih ingat bagaimana dulu pertama kali belajar pemrograman web, bingung dan hanya menguasai dasar pemrograman dan langsung belajar membuat aplikasi. Hasilnya? yang hasilnya sesuai dengan ilmu yang saya kuasai. Tapi akhirnya kurvanya meningkat, makin lama semua semakin terasa mudah sampai akhirnya sekarang menjadi cukup bosan.. tetapi stress juga kalo ngga pernah coding😀 Berapa waktu yang saya butuhkan dari nol hingga bisa sampai pada taraf yang bisa dikatakan paham mengenai pemrograman web? kira – kira 2 tahun sampai saya bisa membuat sebuah aplikasi yang bagus (tidak hanya hanya sekedar quick and dirty).Lama sekali rasanya?iya, tapi nanti juga tidak terasa kok🙂

Oke, balik lagi ke bahasan di atas. Jadi mulailah semuanya saat ini juga, jangan hanya berhenti menjadi sebatas mimpi. Rintangan pasti datang menghadang, cobaan pasti datang menghujam (lirik lagunya siapa hayo? ada yang tau?) tapi semuanya pasti bisa dihadapi. Jadi judul posting ini rasanya ekuivalen dengan kata – kata seperti ini “Ini sulit, tapi aku pasti bisa”..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s