Mari Bangkit dalam Semangat

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman mengirimi aku sebuah artikel tentang perjuangan Soichiro Honda (pendiri pabrik Honda) dalam membangun perusahaan yang sangat terkenal saat ini. Ketika membaca aku menemukan bagaimana perjuangannya, jatuh bangunnya dalam menggapai impiannya. Dan di akhir ceritanya, aku membaca bahwa “setiap orang yang sukses di dunia ini, adalah orang yang bekerja dengan keras, bahkan sangat keras”. Tulisan terakhir itu sangat merasuki otakku bahkan sampai detik ini, dan membuatku mengajukan pertanyaan ke dalam diriku sendiri, “seberapa keraskah aku sudah bekerja? apakah dengan kondisi kerjaku yang sekarang aku mampu meraih sukses?”

Rasanya perjuangan dan kerja kerasku belum ada seujung kuku pun dibandingkan dengan para tokoh sukses di dunia ini. Aku masih terlalu santai , lambat, dan menikmati apa yang aku alami. Semua keinginan, impian yang ingin diraih juga masih sebatas konsep. “Oh Tuhan, maafkan aku yang berdosa ini. Aku yang malas yang tidak memanfaatkan anugerah yang Kau berikan.” Yap, kemalasan yang selalu menjadi kendala besar dalam melaksanakan sesuatu. Aku merasa bahwa aku masih malas, masih belum mau berusaha lebih keras, masih belum mau berusaha sampai mati. Padahal semua tidak akan berubah jika aku masih hanya seperti ini, mimpi akan tetap menjadi mimpi dan tidak akan menjadi sebuah kenyataan. Aku malas berpikir untuk melakukan sesuatu, tidak berani menghadapi penolakan, tidak mau mencari klien, tidak mau membuat proposal, dan serangkaian kata tidak lainnya. Aku tahu bahwa kalo aku tidak melakukan apa pun ya tidak akan terjadi apa pun, tetapi masih saja aku merasa malas untuk melakukan berbagai macam hal yang telah ku konsep.

Perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah kaki, semua perubahan dilakukan mulai dari hal yang paling kecil. Dan mulai detik ini, aku berjanji bahwa aku akan melawan rasa malasku, aku akan bekerja dengan lebih keras lagi untuk menggapai semua impianku, mumpung masih muda dan masih sendiri aku akan berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Terima kasih untuk teman yang sudah mengirimi artikel menarik tentang Honda. Mulai sekarang aku akan bangkit dalam semangat!!

Advertisements

Menentukan arah

Rasanya judulnya seperti judul lagu Sheila On 7, “Menentukan Arah”. Yap, belakangan ini sedang bingung untuk menentukan bidang apa yang akan aku geluti ke depannya. Berhubung hanya ada tiga opsi, yaitu sistem tertanam, jaringan komputer, dan aplikasi mobile (android, dkk) sementara latarbelakangku dari perangkat lunak. Akhirnya aku putuskan untuk mengambil opsi jaringan komputer, syukur-syukur nantinya bisa fokus ke bidang keamanan sistem jaringan/komputer.

Akhirnya, mari download buku-buku Linux. Dan kita mulai dengan Kernel Linux!