Masih kecil kok sudah pusing

“Kak, lesnya satu jam aja ya. Soalnya aku lagi pusing”, kata anak lesku tadi. “Lho kenapa?”, tanyaku. Lalu dia bercerita bahwa dia pusing karena terlalu banyak belajar, dari kemarin PR-nya menumpuk. Di tiap pelajaran selalu ada PR sehingga dia merasa stress dan akhirnya pusing🙂

Sebetulnya aku agak heran, permasalahan terlalu banyak PR nampaknya sangat membebani prestasi belajar anak zaman sekarang. Padahal kalo aku bandingkan dengan zamanku sekolah dulu nampak sekali bedanya. Sekarang segala fasilitas dan sarana belajar sangat dimanjakan oleh orang tua, anak kurang bisa dileskan baik pelajaran maupun ketrampilan lain. Harapannya sih memang supaya anak bisa lebih baik, namun nampaknya ada yang terlupakan, yaitu waktu untuk bermain.

SD memang eranya bermain, namun sekarang orang tua lebih ingin anaknya menjadi kebanggan bagi mereka. Jadilah si anak disuruh ini dan disuruh itu, ya kalo cocok, kalo ngga cocok jadinya ya malas-malasan termasuk malas belajar. Nanti kalo nilainya jelek ya si anak lagi yang disalahin karena malas belajar. Muter-muter ya??

Aku sih hanya berharap supaya orang tua ngerti kondisi anaknya, ngerti kemampuan anaknya, dan ngerti bahwa mereka itu masih wajib untuk menemani anaknya. Bukan hanya memberikan materi atau semua sarana yang mereka butuhkan. Mereka masih anak-anak, yang mereka butuhkan adalah kasih sayang dan perhatian dari orang tua.

Sudahkah para orang tua memberikannya?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s