Opini Gembira : dosen, dosen, dan dosen

Sewaktu kuliah memang tidak bisa lepas dari yang namanya dosen dan mata kuliah, ya iyalah.. karena dosen yang ngajar mata kuliah, kita bisa jadi pinter selepas dari bangku kuliah karena siapa? hehehe…, baik itu dosen yang enak ngajarnya atau ngga, baik yang khotbahnya sangat bagus sehingga bisa ditinggal tidur, yang gaya ngajarnya asyik, yang sering ngga ada kuliah, yang ngajarnya textbook sekali, sampai yang ngajarnya sok ditegas-tegasin 😀

Pas zaman kuliah di D3 Komputer dan Sistem Informasi dulu, ada satu dosen yang sangat berkesan buatku dan selalu aku ingat sampai sekarang. Siapakah beliau?  Continue reading

Advertisements

Ziarah Gembira : Goa Maria Lawangsih

Sabtu minggu lalu, aku dan Mawa menyempatkan diri untuk ziarah ke Gua Maria Lawangsih, di daerah Nanggulan, Kulonprogo, sekitar 13 km dari Sendang Jatiningsih. Sebetulnya niat untuk ke Gua Maria Lawangsih ini uda cukup lama, ketika temen mudika ada yang mencetuskan ide ziarah ke tempat ini tapi belum terlaksana karena ngga ada yang tau jalan ke sana. Sampai akhirnya beberapa hari sebelum keberangkatan, salah seorang temanku, Kaka, posting di milis kalo dia baru saja ziarah dari Gua Maria Lawangsih. Wahh,,pucuk dicinta ulam pun tiba 🙂 akhirnya aku email saja dia arahnya kemana, eh..dikasih juga petanya sekalian tapi dalam bentuk .kml (cuma bisa dibuka di google earth). Akhirnya, setelah mencari waktu luang kami pun berangkat ziarah ke Gua Maria Lawangsih, the journey is begun.. Continue reading

(kurang) Nikmatnya Jejamuran

Jumat minggu yang lalu, Mawa ngajakin makan malam di “Jejamuran”. Sudah sering denger sih, tempatnya enak begitu pula dengan makanannya tetapi belum pernah sekali pun aku ke sana. Kalo tempat makan jamur yang pernah aku cicipin hanya “Shinjuku” deket JEC, dan “Kedai Rakyat” di daerah Klebengan itu. Kedua-keduanya rasanya enak dan harganya ngga terlalu mahal, apalagi “Kedai Rakyat” murah dan enak..hihihi.. Continue reading

Resident Evil: Afterlife

Setelah menonton film yang ini, entah kenapa aku ngga merasa ada yang berkesan sama sekali. Kalah jauh dibandingkan sama film Resident Evil : Extinction yang sebelumnya. Kali ini minim sekali adegan-adegan pertarungan melawan zombie, bahkan darah-darahnya juga sedikit, ceritanya berjalan lambat mirip drama, pertarungan yang terlalu cepat sehingga belum ‘gregetan’ tapi udah selesai, dan yang cukup mengganggu buatku adalah adegan-adegan slow motion-nya yang lumayan banyak dan lama.

Buat yang ngga mengikuti film ini sebelumnya mungkin agak bingung kenapa tiba-tiba ada adegan cewek zombie yang menggigit seseorang lalu berganti dengan seorang cewek berkelahi membobol sebuah laboratorium. Ngga dijelaskan juga apakah Alice setelah menjadi manusia masih punya kekuatan seperti yang dulu atau tidak, serta lari kemana musuh bebuyutannya  yang tau-tau sudah mendatangkan tentara di akhir cerita.

Ah..untungnya saya nonton versi R5 di komputer, coba kalo saya nonton di bioskop rasanya bisa ‘gelo‘ karena ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataan.

VAS SMS dari Fren yang ternyata bikin bangkrut pulsa!

Ngga terasa sudah hampir satu taun aku memakai produk dari Fren. Sebetulnya dulu ngga pernah berpikir bakal pake fren tapi berhubung satu keluarga pada pake dan zaman dulu ada paket yang namanya fren sobat jadilah aku nambah 1 ponsel buat ngobrol-ngobrol pake fren. Memang sih teleponnya murah, SMS-nya juga murah tapi kenapa pulsa lama-lama bisa abis? usut punya usut ternyata ini kerjaan VAS dan Ringgo dari Fren! Continue reading