Frau dengan Carousel Starlitnya

Sebetulnya sedang bingung saat ini, apa yang mau aku tulis?? rasanya terlalu banyak pikiran yang berputar – putar naik turun seperti carousel. Memangnya apa aja sih?? aku lagi bingung gimana caranya nyari duit tambahan (sekarang sudah mulai mengumpulkan materi untuk membuka lapak sih, semoga saja besok laku), kemudian skripsi yang belum kelar, kemudian aku lagi pengen nyoba nyari beasiswa untuk melanjutkan studi. Ya uda kalo gitu, jalanin aja satu – satu kan nanti juga selesai to?? iya,dan aku juga ngerti cuma ya kadang sumpek aja rasanya.. hahahaha…

Ngomong – ngomong soal Carousel, jadi kepikiran untuk nulis tentang si Frau aja, musisi muda yang baru aja ngeluarin album Indie dengan title “Starlite Carousel”. Ketika pertama kali mendapatkan link untuk download lagu ini dari temanku Bayu, aku langsung suka dengan covernya *hah, kok aneh sih?? don’t judge by it’s coverlah*. Coba liat dulu covernya, aku pikir itu idenya keren banget. Ada cewek kejatuhan lukisan yang ternyata lukisan itu juga gambarnya seorang cewek yang kejatuhan lukisan. Kalo menurut bahasanya anak komputer🙂 itu disebut rekursif atau fenomena fractal. Terus apa hubungannya sama albumnya Frau?? kalo aku menangkapnya itu seperti sebuah filosofi bahwa Frau akan senantiasa bermain musik dan berjuang untuk tetap eksis sampai kapan pun dan semampunya sampai titik darah penghabisan. Sebuah filosofi yang sangat mengagumkan bukan??

Frau berasal dari bahasa Jerman yang artinya “Ibu”. Dia merasa peran ibunya sangatlah besar dalam membantunya bermusik sampai saat ini, oleh karena itu dia menggunakan nickname “Frau”. Judul album ini juga diberikan oleh sang Ibu, filosofinya, lagu Frau nadanya banyak yang naik turun dan berputar seperti carousel, serta bisa bersinar seperti bintang-bintang di angkasa nantinya. Kalo terbiasa dengan musik mainstream biasanya agak susah untuk mencerna musik dan liriknya, karena memang ngga biasa. Saya juga bukan seorang musisi, hanya penikmat musik, sehingga saya juga ngga terlalu paham dengan penjiwaan dan maksud di tiap liriknya🙂 Anyway, musiknya memang sangat bagus kalo menurut saya. Saya hanya bisa membandingkannya dengan lagu – lagu musikalisasi puisi Sapardi Djoko Damono, yang liriknya simple dengan nada-nada yang naik turun namun penuh dengan nuansa. Yup, ketika mendengarkan musikalisasi puisi Sapardi Djoko Damono rasanya seperti terbawa ke suasana beberapa puluh tahun yang lalu yang klasik. Begitu pula yang terjadi ketika mendengarkan beberapa track dari album Frau ini, rasanya seperti terbawa ke sebuah suasana yang lain. Musik yang sangat direkomendasikan ketika anda sudah bosan dengan lagu-lagu mainstream berlirik cinta dengan musik ‘menye-menye’.

Oya, jika ingin mendownload albumnya silakan klik disini. Have a nice music🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s