Lowongan kerja RS. Sardjito Yogyakarta Mei 2010

Dalam  rangka  memenuhi  kebutuhan  tenaga  Non  PNS  di Rumah Sakit  Umum  Pusat  Dr.  Sardjito Yogyakarta akan merekruit tenaga,  dengan kriteria sbb:

NO JENIS PENDIDIKAN JUMLAH
FORMASI
1. S1(6)
Ners 1
Ekonomi Akuntansi 3
Ekonomi Manajemen 1
Hukum ( Perdata ) 1
2. D4(1)
Anesthesi 1
3. D3 (62)
Keperawatan 34
Kebidanan 3
Rekam Medik 3
Sekretaris 1
Komputer 8
Akuntansi 4
Teknik Mesin 1
Teknik Listrik 1
Teknik Sipil 1
Perhotelan Food & Baverage 1
Arsiparis 1
Manajemen 4
4. D1 (2)
Tranfusi Darah 2
5. SLTA (17)
S A A / SMF 1
S L T A   7 7
SMKK Boga 6
STM Listrik 1
STM Mesin 1
STM Otomotif + Sim A (Sopir) 1

Continue reading

Ayuk coding : Memanfaatkan runonreceive pada Gammu untuk SMS autoreply

Sebelumnya, tutorial ini menggunakan gammu 1.27.90 versi Windows karena banyak tutorial – tutorial yang yang dibuat pada saat menggunakan gammu versi lama sehingga tidak bisa dijalankan pada saat menggunakan gammu versi yang lebih baru. Gammu memang sangat mudah digunakan dan mendukung banyak sekali fitur yang bisa dimanfaatkan, support untuk berbagai macam handphone juga sangat bagus, belum lagi lisensinya yang GPL membuat saya lebih jatuh cinta dengan gammu 🙂

Ada banyak pilihan ketika kita ingin membuat aplikasi SMS Gateway yang bisa autoreply. Mas Stieven Kalengkian menawarkan pendekatan dengan memanfaatkan scheduler task pada windows, sedangkan mas Rosihan Ari menawarkan pendekatan dengan memanfaatkan file php yang berjalan pada browser. Semuanya bisa berjalan dengan kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Jika kita memanfaatkan scheduler task pada windows, maka pengecekan hanya bisa dilakukan untuk waktu yang telah diset. Apabila kita menambahkan file batch pada scheduler tiap menit rasanya itu sangat kurang efektif karena tidak real time dan itu juga menambah beban pada sisi server. Di sisi lain apabila kita memanfaatkan browser yang akan menjalankan file php dengan refresh per beberapa detik itu juga sangat memberatkan dari sisi browser, belum lagi banyak memori yang dihabiskan pada browser. Hal – hal seperti menjadi isu tersendiri bukan??

Saya mencoba untuk menawarkan pendekatan yang lebih baik lagi, yaitu dengan memanfaatkan fitur runonreceive pada file smsdrc yang ada pada gammu. Bagaimana cara kerjanya?? Oke, saya asumsikan file gammurc sudah dikonfigurasi. Selanjutnya kita buka file smsdrc, maka kita akan menemukan baris berikut :

# Script to be executed when new message has been received
#runonreceive = /some/script

Kita aktifkan opsi runonreceive tersebut kita isikan dengan sebuah batch file

# Script to be executed when new message has been received
runonreceive = D:/exec.bat #misalnya diisi seperti ini

Selanjutnya kita tinggal membuat file batch yang akan mengeksekusi file php yang akan membuat autoreply. Kita bisa menggunakan php CLI dalam file exec.bat tersebut.

# Isi file exec.bat
C:\wamp\php\php -f C:\wamp\www\proses.php

Oke, batch file sudah selesai dibuat dan konfigurasi smsdrc sudah selesai. Harusnya autoreply sudah bisa berjalan, sekarang kita hanya perlu membuat file proses.php yang akan mengirimkan balasan otomatis ketika ada sms masuk.

<?php
# File proses.php digunakan untuk mengirimkan reply ketika ada sms masuk
# Ini merupakan file POC, bisa disesuaikan sesuai kebutuhan
$sql = "SELECT ID, SenderNumber, TextDecoded FROM inbox WHERE processed = 'false'";
$qry = mysql_query($sql) or die(mysql_error());

while ($arr = mysql_fetch_array($qry)) {
       mysql_query("INSERT INTO outbox(DestinationNumber, TextDecoded) VALUES ('".$arr['SenderNumber']."', 'Halo, ini balasan sms anda.')") or die(mysql_error());

       mysql_query("UPDATE inbox SET processed='true' WHERE ID='".$arr['ID']."'");
}
?>

Setelah semuanya siap, kita tinggal jalankan saja servis Gammu secara default lewat perintah berikut :

gammu-smsd -c smsdrc

Lalu kita coba mengirim SMS, apa yang terjadi selanjutnya??? Jika ternyata SMS anda dibalas berarti anda sukses menerapkan runonreceive pada Gammu. Bila tidak?? silakan ulangi lagi tutorial diatas.

Semoga bermanfaat

Ayuk coding : Mengatasi error “Wrong datatype for second argument” pada fungsi in_array PHP

Mungkin error “Wrong datatype for second argument” pernah kita jumpai pada saat kita menggunakan fungsi in_array() pada PHP. Pertanyaannya adalah, mengapa error itu bisa terjadi padahal secara logika harusnya jalan?? Salah satu kekurangan pada PHP adalah tidak adanya strong data type sehingga kita bebas membuat variabel tanpa menentukan tipe datanya terlebih dahulu. Pada fungsi in_array(), error “Wrong datatype for second argument” akan dimunculkan apabila variabel yang kita cek dalam array bernilai NULL atau empty. Mengapa bisa terjadi demikian?? ini dikarenakan karena PHP tidak bisa mengenali tipe data yang digunakan pada saat kita membuat array.

Untuk mengatasi error ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Membuat array sebagai variabel global. Kita tinggal menambahkan kata global di depan variabel array yang kita buat. Ada yang berhasil ketika menggunakan array sebagai variabel global akan tetapi ini sangat tidak disarankan karena berhubungan dengan masalah keamanan. Ex :

global $arr_buah = array('jeruk', 'pisang');

2. Memanfaatkan metode lain yang sama dengan fungsi in_array

$fast = array('apple' => 'apple', 'banana' => 'banana', 'orange' => 'orange');

if (isset($fast['banana']))
    echo 'wow,banana!';

Kalo saya biasanya lebih suka menggunakan metode yang kedua jika mengalami error pada saat menggunakan in_array() pada PHP. Pada metode yang kedua, dilakukan pengecekan terhadap array yang dicari, jika ditemukan maka akan dimunculkan, sebaliknya jika array yang dicari itu NULL atau empty maka bisa dijalankan error handling.

Semoga artikel yang sederhana ini bisa bermanfaat, happy coding 😀