Why so serious menonton "Dark Night"??

“Why so serious??”, ungkapan yang menarik dari Joker di film “Dark Knight” sebelum membunuh seseorang memang sangat simple. Dan ungkapan itu memang mau nggak mau aku simpan di dalam kepalaku untuk malam minggu kemarin.

Malam minggu, awal bulan, dan habis gajian membuatku akhirnya menonton film “Dark Knight” karena penasaran katanya bagus banget. Akhirnya film yang dimulai jam 19.00 ditonton sekitar 20 menit setelahnya karena temanku Yenni datengnya terlambat🙂 untungnya aku bawa cemilan.. hehehehehe… karena dia ngga sempet untuk beli cemilan. “Why so serious if we watch movie too late??” lebih baik terlambat daripada ngga jadi dateng karena harga tiket mahal🙂

Akhirnya kami masuk dan berhasil menduduki kursi favoritku, yaitu D11 dan D12. Ngga tau ketika nonton disitu rasanya pas banget, posisi screen dengan mata sejajar sehingga membuat mata nyaman untuk menonton. Oya, kursi favoritku itu bisa dinikmati kalo garis pemisah tempat duduknya ngga di tengah. Kalo ditengah gimana?? ya cari yang masih di bagian tengah gitulah🙂 Film mulai berjalan, dan aku mulai membuka snack Chitato kesukaanku, setelah beberapa kali makan akhirnya aku haus dan minum “Artea” yang sebelumnya sempat aku beli di Carrefour. “Bah!?!?!? kenapa pahit sekali teh ini???”, lalu Yenni mengambil botol, melihat sebentar lalu berkata “ya..iyalah,, kamu beli tehnya teh hijau yang buat diet gini.. konyol” dan dia tertawa. Ketika aku melihat botol tehku tersebut aku baru sadar,, ternyata yang aku beli “free sugar tea” artinya emang teh yang benar – benar ngga pake gula!!! hahahahahaha… akhirnya aku hanya bisa tertawa akan kekonyolanku.. Sekarang aja aku sudah termasuk kurus dan kalo aku minum teh macam itu??? bisa tambah kuruslah aku😦 “Why so serious if you do wrong buy some drinking water?” untungnya juga masih sempet beli air minum sebagai teman ngemil🙂 daripada tidak sama sekali.

Entah kenapa menonton Batman ini rasanya membosankan. Memang dari segi cerita sangat bagus walaupun minim special efek -yang menjadi ciri khas film – film action Hollywood- dan minim darah – darah. Apa karena itu ya jadi membosankan dan kurang seru??? selain itu juga ketika kita menghubungkan film – film batman yang terdahulu, mulai Batman (1966),
Batman (1989), Batman Returns (1992), Batman Begins (2005), Batman Forever (1995), dan Batman & Robin (1997) baru membuat aku sadar. Bahwa The Dark Knight ini mengulang cerita lama Batman tahun 1989!! “why so serious to watch the Dark Knight??”

Selepas menonton Batman kami memutuskan untuk makan di daerah Gejayan, berhubung dia parkir motor di luar maka aku temani dia ambil motor. Aku sempat bertanya, “kita mau lewat mana nih?? mau lewat gaten maju dikit belok kiri atau lurus lewat belakang??”, dia menjawab “belok kiri ajah”. Akhirnya aku di depan langsung jalan dan belok kiri di gang pertama. Beberapa saat kemudian aku tunggu Yenni, tapi dia ngga muncul – muncul. “waduh,,kenapa ini kok ngga keliatan tu anak??”. Akhirnya aku balik ke parkiran dan mendapati dia ngga ada. “Degg!! waduh,, kemana dia??? kok ngga ada??” Akhirnya aku coba susuri jalan belakang Ambarukmo plaza sampai jauh dengan harapan dia bakal balik ternyata ngga ada, lalu aku susuri sepanjang jalan nologaten juga dia ngga ada. “busyet dah!! kemana ini anak??” Akhirnya aku muteri jalan – jalan bahkan sampai balik lagi ke parkiran tapi hasilnya nihil. “Oh,, Tuhan,, ini aku bawa anak gadis orang. Masa ilang??? mana aku ngga kenal sanak saudaranya, kostnya aku ngga tau, dia ngga bawa hape, dan hapeku mati!!!”. Hampir gila rasanya cari tu anak, akhirnya aku telepon mbak Vivi di sebuah wartel yang masih buka malam – malam buat tanya no. hapenya Yenni (maaf ya,mbak ngrepotin malem – malem :)), kemudian aku telepon dan hapenya ngga aktif. Akhirnya setelah beberapa saat desperate aku coba telepon hapenya lagi, Gotcha!!! akhirnya diangkat juga dan dia selamat tanpa berkurang suatu apapun sodara – sodara!!! Hufffhhhh,, perasaan marah, stress 1/2 hidup, desperate, dan senang akhirnya bercampur jadi satu dan membuat rasa lapar di perutku tercinta ini. Bayangpun kalo diatas jam 10 malem – malem, dingin pula dan kita cari anak gadis orang karena dia menghilang entah kemana!!!! Akhirnya setelah memastikan bahwa kondisinya baik – baik saja aku cari makan, kemudian pulang di tengah dinginnya malam. Dan hampir jam 12 malam aku sampai kost🙂 Sampe di kost aku masih merenungi kejadian malam itu yang membuatku tertawa. “Why so serious to face everything??” mungkin kalo ngga jadi nonton ama Yenni dan ngga mengalami hal – hal konyol tersebut malam mingguku ini akan berjalan seperti biasa dan ngga ada cerita untuk malam tanggal 2 Agustus 2008 itu.

“Why so serious??”, I like that words🙂

5 thoughts on “Why so serious menonton "Dark Night"??

  1. wooh…ati-ati ndro..bisa dibogem mentah bapaknya kalo kamu ngilangin anak gadisnya. laen kali, kalo ‘jalan’ ama cewek, kamunya yg di belakang…dia di-abani ajah😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s