Ibu…

Seperti udara, kasih yang engkau berikan

tak sanggup ‘ku membalas

ibu… ibu…

Sebuah lirik lagu yang sangat menyentuh yang dinyanyikan oleh Iwan Fals, lagu yang begitu menyentuh hati. Dan saya juga ingin membagi sebuah renungan tentang sosok seorang ibu bagi kita, yang saya dapat dari milis🙂

Ibu

Ini adalah tulisan yang sangat indah.
Bacalah dengan lambat, cernalah setiap kata dan nikmati lah.
Jangan tergesa. Ini adalah harta karun.

Bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah.
Bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi.
Bagi para ibu, kamu akan mencintainya.

Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan.
‘Apakah jalannya jauh?’ tanyanya.
Pemandunya menjawab: ‘Ya, dan jalannya berat. Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini… Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.’

Tetapi ibu muda itu sedang bahagia.
Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik daripada tahun-tahun ini.
Karena itu dia main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai
yang jernih.
Matahari bersinar atas mereka dan ibu muda itu berseru:
‘Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini.’

Lalu malam tiba bersama badai.
Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan.
Ibu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantelnya.
Anak-anak itu berkata: ‘Ibu, kami tidak takut, karena ibu ada dekat.
Tak ada yang dapat menyakiti kami.’

Dan fajar menjelang. Ada bukit menjulang di depan mereka.
Anak-anak memanjat dan menjadi lelah. Ibunya juga lelah.
Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya:
‘Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai.’ Demikianlah anak-anak itu
memanjat terus. Saat sampai di puncak, mereka berkata: ‘Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa ibu.’

Dan sang ibu, saat ia berbaring malam hari dan menatap bintang-bintang, berkata:
‘Hari ini lebih baik daripada yang lalu karena anak-anakku sudah belajar
daya tahan menghadapi beban hidup. Kemarin malam aku memberi
mereka keberanian. Hari ini saya memberi mereka kekuatan.’

Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi.
Awan perang, kebencian dan kejahatan.
Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap.
Ibunya berkata: ‘Lihat keatas. Arahkan matamu kepada sinar.’
Anak-anak menengadah dan melihat diatas awan-awan ada
kemuliaan abadi yang menuntun mereka melalui kegelapan.
Dan malam harinya ibu itu berkata: ‘Ini hari yang terbaik
karena saya sudah memperlihatkan Allah kepada anak-anakku.

Hari berganti minggu, bulan, dan tahun.
Ibu menjadi tua, kecil dan bungkuk.
Tetapi anak-anaknya tinggi, kuat dan berjalan dengan gagah berani.
Saat jalannya sulit, mereka membopongnya.
Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit. Dan di kejauhan mereka melihat sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar.
Ibu berkata: ‘Saya sudah sampai pada akhir perjalananku. Dan sekarang saya tahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya. Karena anak-anakku dapat berjalan sendiri dan anak-anak mereka ada di belakang mereka.’

Dan anak-anaknya menjawab: “Ibu selalu akan berjalan bersama kami…
meskipun ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu.’
Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri…dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat.
Dan mereka berkata: “Kita tak dapat melihat ibu lagi tetapi dia masih
bersama kita.”
Ibu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan. Ia senantiasa hadir
dan hidup.

Ibumu selalu bersamamu..
Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan.
Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci.
Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit.
Ibumu hidup dalam tawa candamu.
Ia terkristal dalam tiap tetes air mata.
Dia lah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu.
Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu
Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu.
Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian.

Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s