Namaku "Dick"

Hot Chick

Namaku Dick

Ada film Indonesia baru yang bergenre komedi yang berjudul “Namaku Dick” yang dibintangi oelh Tora Sudiro. Tadinya pengen nyobain nonton film ini walau dari awal udah kerasa ‘pasti ngga bakal lucu’ soalnya yang main cuma Tora Sudiro seorang yang bukan full komedian menurutku. Tapi ceweknya emang lumayan cakep sih😀 Lalu iseng – iseng aja cari review tentang ini film,,dan hasilnya gimana?? Huhuhu.. dari covernya ternyata itu sudah menjiplak cover film luar negeri “Hot Chick” dan sedikit dibedakan (pantesan aja waktu browsing di 21cineplex covernya film ini ditampilin kecil banget). Wah,,lagi – lagi menjiplak dan banyak juga cover – cover film yang menjiplak dari film lain disini.

Lalu dari plot cerita, ternyata meniru juga dari film Amerika zaman dulu yaitu Ich und Er (1988). Ceritanya sama persis dengan “Ich und Er” dimana “dick” bisa berbicara dengan manusia. Bedanya mungkin di film Tora yang baru ini memadukan unsur “Hot Chick” dan “Ich und Er”, yaitu dengan empat cewek seperti di “Hot Chick” dan Dick yang bisa berbicara seperti di “Ich und Er”. Sebetulnya masih ada juga film korea yang berbau – bau seperti ini hanya saya lupa namanya.

Kalo uda gini rasanya malas sekali nonton film Indonesia, bolehlah ‘mengadaptasi’ ide tapi jangan 100% yang sama aja dengan ‘menjiplak’. Dengan banyaknya film yang mirip dengan film lain sekarang, nampaknya perlu ditanyakan dimanakan letak kreatifitas para ‘seniman perfilman’ Indonesia itu?? padahal sekarang hidup menjadi lebih kompleks dan banyak cuplikan – cuplikan peristiwa yang bisa diangkat ke dalam layar lebar. Kita sekarang miskin humanisme, tapi ternyata film – film Indonesia yang ada selalu menjual mimpi kosong (film mana sekarang yang ngga penuh dengan gaya glamour, rumah mewah, mobil, pakaian seksi, pisuhan – pisuhan lokal, tawuran,dsb) dan sedikit sekali pesan yang disampaikan. Aku merindukan lagi film semisal “Denias”, “Gie”, atau “Daun diatas bantal” yang benar – benar renyah ditonton,,,

8 thoughts on “Namaku "Dick"

  1. Ke ke….
    Orang Indonesia emang suruh kreatip kalo suruh njiplak..
    pernah aku jengkel banget gara” nonton film horor Indonesia yang mengadopsi ceritanya film horor Thailand Shutter..
    mending kalo njiplak dan bikinnya lebih bagus, lha ini udah njiplak lebih jelek pula…

  2. agak gak tertarik nonton pilm indonesia , kecuali temen nontonnya okeh heheheee …

    tp laskar pelangi lagi d tunggu2 nie … :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s