I've got a calling!!

        Cerita ini sebenernya cerita beberapa minggu yang lalu sih. Di awal Maret ketika aku lulus wisuda,, dan aku masih ingat siang – siang saat aku sedang berada di kantor, tepatnya berada di depan komputer. Mendadak handphoneku berdering, maaf tidak berdering tetapi hanya bergetar! 🙂 Lalu aku angkat handphoneku,, ternyata yang menelepon adalah seorang bapak – bapak (halah!!kirain cewek). Selanjutnya dia mulai bertanya – tanya mengenai aku, apakah aku uda lulus kemaren, apakah aku sudah bekerja, dan dia juga mengatakan kalo dia mendapatkan nomor handphoneku ini dari bagian pengajaran FMIPA UGM.

Busyet!! Aku terkejut sekaligus menjadi agak curiga. “Wah,,jangan – jangan penipu negh”, aku pikir. Lalu dia menawarkan tentang pekerjaan di PT Sigma bla..bla..bla.. di Jakarta. Dan dia menawarkan apakah aku berminat untuk bekerja di perusahaan tersebut di Jakarta. Bukannya senang dapet panggilan tapi aku malah terkejut bin curiga 🙂 Akhirnya aku ambil napas dalam – dalam,, ketika aku sudah sedikit tenang aku mulai berkata “wah,,maaf pak. Terima kasih atas kesempatan yang sudah diberikan, tapi maaf sekarang saya sudah bekerja di Jogja. Bahkan saya sudah bekerja sebelum saya lulus..”

Akhirnya orang tadi (ternyata namanya mas Toni) mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah aku berikan. “Tuutttt,,,,,” akhirnya komunikasi itu selesai. Hehehehe.. bersyukur juga sih aku, bisa – bisanya aku dapet panggilan dari perusahaan. Kadang mikir juga, pertimbangan apa yang diambil?? apakah mereka sudah tau kemampuanku?? yahh,,di luar itu semua. Ini memang pengalaman unik,, yang membuatku tersenyum.. Thanks God..

Advertisements

Spitzer & Dupre

Ada peristiwa yang menghebohkan belom lama ini dimana seorang
gubernur
terlibat dalam skandal seks dengan klub malam kelas atas dimana satu jam kencan bisa menghabiskan duit 53 juta. Bah!! apa kata dunia?!?! Yang sangat sekali disayangkan, mengapa hal seperti itu dilakukannya?? padahal dia dulunya seorang jaksa penuntut yang menangani kasus pengejaran atas jaringan kriminal prostitusi dan prostitusi turisme. Lalu, kok bisa seperti itu?? yah,,namanya juga manusia kan ngga salah berbuat khilaf. Sama seperti kejadian jaksa Urip yang tertangkap kena suap 🙂 Lalu apakah kita harus memaafkan yang seperti itu?? wah,,saya ngga tau juga seh.

Yang jelas itu sudah cukup membuktikan, bahwa dimana – mana biasanya kalo sebelum jadi pejabat biasanya punya segudang prestasi pahlawan yang ‘wah’, yang membuat kita sangat mengagumi dan meletakkan harapan kita padanya. Dan sesudah jadi pejabat, baru deh semua itu dilupakan dan menjadi kenangan masa lalu. Satu hal yang cukup menarik adalah bahwa setelah kasusnya Spitzer mencuat dia langsung mengundurkan diri (kalo ngga mundur juga dipaksa mundur). Ngga seperti disini,, uda ketahuan juga masih dipertahankan bahkan ada yang masih melaksanakan tugasnya. Aneh bin ajaib!

Buat yang penasaran sama si Ashley Alexandra Dupre a.k.a Kristen ni aku kasih liat, luamyan manis lo mukanya 🙂

kristen.jpg

Resep Hidup

    Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia
tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah
berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain
muncul. Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anaknya ke
dapur.

Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air
dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air
dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan
wortel. Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci
ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk. Ia membiarkan
masing-masing mendidih.

Selama itu ia terdiam seribu bahasa. Sang anak menggereget gigi, tak
sabar menunggu dan heran dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Dua
puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel
dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia
mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia
menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga.

Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, “Apa yang kau lihat, nak?”

“Wortel, telur, dan kopi, ” jawab sang anak.

Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel.
Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu
terasa lunak.

Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu
dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini
terasa keras.

Lalu sang ayah meminta anak itu mencicipi kopi. Sang anak tersenyum
kecut saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu. “Apa maksud semua ini,
ayah?” tanya sang anak.

Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang
sama, yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu
mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. Wortel yang semula
kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi
lunak dan lemah.

Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah
direbus menjadi keras dan kokoh.

Kemudian biji kopi tumbuh berubah menjadi sangat unik. Biji kopi,
setelah direbus, malah mengubah air yang merebusnya itu.

Maka, yang manakah dirimu?” tanya sang ayah pada anaknya. “Di saat
kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada
dirimu? Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?”

Hingga Akhir Waktu

Hehehe,, akhirnya nemu liriknya sekaligus mp3nya. Lumayan,, mumpung sinetronnya baru diputer di teve jadi kagak basi2 amat.

Hingga Akhir Waktu ~ Nine Ball 

ku coba untuk melawan hati
tapi hampa terasa di sini tanpamu
bagiku semua sangat berarti lagi
ku ingin kau di sini
tepiskan sepiku bersamamu

*
takkan pernah ada yang lain di sisi
segenap jiwa hanya untukmu
dan takkan mungkin ada yang lain di sisi
ku ingin kau di sini tepiskan sepiku bersamamu

bagiku semua sangat berarti
ku ingin kau di sini
bagiku semua sangat berarti lagi
ku ingin kau di sini

**
takkan pernah ada yang lain di sisi
segenap jiwa hanya untukmu
dan takkan mungkin ada yang lain di sisi
ku ingin kau di sini tepiskan sepiku bersamamu
hingga akhir waktu, hingga akhir waktu