Puisi ohh.. puisi

Cintaku bagai sebuah fungsi
Yang melaju tak terbendung secara eksponensial
Ingin ku kuadratkan secara sempurna
Menjadi grafik fungsi abadi.

Cintaku tak terdeferensial secara parsial
Apalagi secara implisit
Tetapi terintegralkan secara rasional
Tanpa selang tertentu

Ingin ku periksa kekontinuan cinta ini
Apa daya… masih kutemukan
Asymtot tegak yang membelahnya

Hatiku terus bergejolak
Terasa ganjil dan sulit ku determinasikan
Analisis secara real pun tak banyak membantu

Alangkah kompleksnya mencari
Titik kestabilan sistem cinta ini
Oh… hidupku menjadi tak terdefinisi

Laju perubahan cintaku terhadap waktu sangat cepat
Tetapi tak beraturan seperti kurva sinus yang bergejolak
Kalkuluspun menangis, hatinya menjerit menatapku
Karena merasa sosoknya tak berguna lagi dihimpunan ini.

Ingin rasanya ku transformasikan cinta ini
Dan mengkonversikannya menjadi bilangan cinta
Sehingga kuperoleh titik singgung antara hatiku dan hatinya
Dan menggapai kehidupan yang terdefinisi

Limit perbedaan antara kita, tak menjadi kendala bagiku
Keyakinanku udah mencapai titik maksimum.
Mari kita substitusikan dua fungsi cinta ini
Menjadi satu persamaan fungsi cinta abadi

ini jelas puisi seorang ahli matematika🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s